JAKARTA, ArtistikNewws.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan praprasa atau pencegahan sejak dini. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri agenda resmi di Sekretariat Presiden, Selasa (25/11/2025).
Sejak awal konferensi pers, Wihaji menekankan bahwa kebijakan pembangunan keluarga berbasis praprasa menjadi prioritas nasional untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Ia menyebutkan bahwa Presiden RI terus memberikan perhatian besar pada penguatan gizi keluarga dan kesehatan anak sejak fase awal kehidupan.
Program MBG 3B Jadi Fokus Utama Tekan Stunting
Dalam penjelasannya, Wihaji menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Khusus 3B untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD merupakan instrumen penting dalam strategi pencegahan stunting. Program ini memastikan pemenuhan gizi lengkap pada masa krusial pertumbuhan anak.
“1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa emas yang menentukan kualitas generasi bangsa. Presiden memastikan setiap anak Indonesia mendapat asupan gizi dan layanan terbaik untuk terhindar dari stunting,” ujar Wihaji.
Ia menambahkan, terdapat sekitar 600 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang aktif melakukan pendampingan secara langsung hingga distribusi makanan bergizi ke rumah-rumah sasaran.
Pendekatan Praprasa Jadi Arah Kebijakan Kependudukan
Wihaji menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi saja, tetapi juga pada upaya menyeluruh berbasis pencegahan, seperti:
-
edukasi kesehatan untuk keluarga sejak kehamilan,
-
pembinaan sumber daya manusia secara berkelanjutan,
-
peningkatan kinerja TPK di desa dan kelurahan,
-
pemanfaatan data kependudukan untuk intervensi tepat sasaran.
Dengan strategi ini, masalah tidak lagi ditangani setelah muncul, namun dicegah sejak dini.
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
Bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wihaji menegaskan perlunya kolaborasi nasional antara kementerian dan lembaga agar percepatan penurunan stunting berhasil. Menurutnya, isu stunting berkaitan erat dengan pendidikan, dukungan sosial, hingga pembangunan wilayah.
Pengawasan dan evaluasi program juga terus diperbaiki untuk memastikan intervensi yang diberikan benar-benar berdampak bagi keluarga sasaran.
Menuju Indonesia Bebas Stunting
Pemerintah menargetkan beberapa capaian strategis, antara lain:
-
penurunan signifikan stunting di seluruh daerah prioritas,
-
jangkauan pendampingan keluarga yang lebih luas,
-
pembaruan data gizi dan tumbuh kembang anak secara berkala dan terintegrasi,
-
peningkatan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan MBG 3B.
Wihaji berharap masyarakat turut aktif mendukung upaya mewujudkan keluarga sehat, terutama dalam menjaga tumbuh kembang anak di lingkungan masing-masing.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar seluruh pihak pemerintah pusat, daerah, pendamping keluarga, hingga masyarakat — memperkuat kolaborasi dan konsistensi dalam menurunkan angka stunting demi menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
Sumber: Pernyataan resmi dalam video YouTube Sekretariat Presiden.
