Posted in

Menkom Meutya Hafid Soroti Kecepatan Informasi, Tegaskan Standar Kerja Jurnalistik Harus Tetap Dijaga

Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan pentingnya menjaga standar kerja jurnalistik di tengah arus informasi cepat. (Sumber: Chanel YouTube kemekomdigiTV).

JAKARTA, ArtistikNews.com – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya menjaga standar kerja jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital yang menuntut kecepatan. Sabtu (18/4/2024). 

Menurutnya, perubahan pola kerja media saat ini membuat proses jurnalistik semakin singkat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi kualitas pemberitaan, terutama jika tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai.

Kecepatan Informasi Jadi Tantangan

Meutya menjelaskan bahwa praktik jurnalistik di masa lalu memiliki jeda waktu yang cukup untuk melakukan riset dan pendalaman informasi. Namun kini, tekanan kecepatan membuat proses tersebut semakin terbatas.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai perubahan yang perlu menjadi perhatian serius bagi insan pers.

“Kalau dulu kita membuat berita ada jedanya, ada waktu, ada riset sedikit, sekarang hampir terutama untuk yang mengejar waktu, kita tidak menyampaikan semuanya, hampir setengah tanpa jeda. Hanya karena mengejar kecepatan, hanya karena mengejar viralitas,” ujarnya.

Ia menilai, dorongan untuk menjadi yang tercepat sering kali membuat proses penyajian informasi tidak berjalan secara optimal.

Integritas dan Verifikasi Tidak Boleh Bergeser

Lebih lanjut, Meutya mengingatkan bahwa nilai-nilai dasar jurnalistik harus tetap menjadi pegangan utama. Ia menekankan pentingnya integritas, proses verifikasi, serta keberanian dalam menyampaikan kebenaran.

Menurutnya, tanpa dasar tersebut, kualitas jurnalistik akan mengalami penurunan dan berisiko kehilangan kepercayaan publik.

“Saya khawatir kalau ilmu-ilmu tidak ditularkan dengan cepat, itu akan menjadi kajian yang cukup jauh sehingga relevansi mencari SW60+ yang luar biasa, belum tentu terbaca di kalangan anak-anak muda atau wartawan-wartawan muda kita. Nilai-nilai jurnalistik harus tetap dijaga, integritas, proses verifikasi, sekali lagi keberanian, dan keberdiri di sisi kebenaran adalah fondasi yang tidak boleh bergeser, dan semoga Bapak Ibu terus menjadi rujukan wartawan-wartawan di berbagai zaman,” lanjutnya.

Ia berharap wartawan, khususnya generasi muda, mampu menjaga prinsip tersebut dalam setiap proses kerja jurnalistik.

Tantangan Wartawan di Era Digital

Tekanan kecepatan informasi saat ini dinilai paling dirasakan oleh wartawan muda. Mereka dituntut untuk terus cepat dalam menyajikan berita, sehingga berpotensi mengabaikan tahapan penting dalam proses jurnalistik.

Namun demikian, Meutya optimistis bahwa wartawan Indonesia tetap mampu menjaga kualitas dan profesionalisme di tengah tantangan tersebut.

Harapan untuk Masa Depan Jurnalistik

Ia menegaskan bahwa jurnalisme yang kuat harus berdiri di atas kebenaran dan integritas. Peran media sebagai penyampai informasi yang akurat sangat penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan tetap menjaga standar kerja jurnalistik, ia berharap insan pers dapat terus menjadi rujukan informasi yang kredibel di berbagai zaman.

Sumber: Chanel YouTube kemekomdigiTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya