Posted in

Pengembangan Energi Panas Bumi Berbasis Konservasi, Komitmen Pemerintah Jaga Hutan Sumatra

Pemerintah memperkuat pengembangan energi panas bumi di kawasan hutan Sumatra dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi dan keberlanjutan lingkungan. (Sumber: pmk.go.id).

JAKARTA, ARTISTIKNEWS.com – Pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi panas bumi di kawasan Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS). Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pendekatan lintas sektor menjadi strategi utama agar pengembangan energi bersih tetap berjalan seiring dengan perlindungan kawasan hutan yang memiliki nilai penting secara global. Sabtu (2/5/2026).

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Pertemuan ini menghadirkan perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kementerian Luar Negeri, hingga perwakilan UNESCO Indonesia. Semua pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan energi dan konservasi.

Sinergi Energi dan Pelestarian Lingkungan

Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK, Ahmad Saufi, menekankan bahwa pengembangan energi panas bumi tidak boleh mengabaikan kelestarian kawasan. Ia menilai, setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampak terhadap situs warisan dunia yang memiliki nilai universal tinggi.

“Pemanfaatan panas bumi harus menjadi bagian dari solusi energi nasional tanpa mengorbankan kelestarian kawasan. Kita perlu memastikan setiap langkah tetap menjaga integritas situs warisan dunia,” ujar Ahmad Saufi.

Ia juga menjelaskan bahwa potensi energi panas bumi di Indonesia sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pemerintah berupaya mendorong pengembangan secara bertahap dengan tetap memperhatikan berbagai masukan dari komunitas internasional, termasuk UNESCO.

“Kita perlu kesepahaman bersama agar pengembangan energi dan pelestarian kawasan dapat berjalan beriringan, dengan pendekatan yang transparan dan berbasis kajian ilmiah,” tambahnya.

Potensi Besar dan Tantangan Pengembangan

Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, mengungkapkan bahwa sebagian besar potensi panas bumi nasional berada di kawasan hutan. Bahkan, sekitar 63 persen sumber energi tersebut tersebar di wilayah yang memiliki fungsi ekologis penting.

Beberapa proyek prioritas kini tengah disiapkan, termasuk empat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan TRHS. Proyek-proyek ini diharapkan mampu memperkuat pasokan energi bersih sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon nasional.

Sebagai contoh, pengembangan PLTP Kamojang dinilai berhasil menjadi model pengelolaan energi panas bumi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan. Selain menghasilkan energi, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya