Posted in

Kepala Desa Ajak Warga Desa Girijagabaya Sambut Ramadhan 1447 H dengan Semangat Ibadah dan Solidaritas

Dok Kepala Desa Girijagabya menyampaikan pesan dan ucapan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan latar ilustrasi halaman serta gedung Kantor Desa.

LEBAK, ArtistikNews.comMenjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, Kepala Desa Girijagabaya, Muhaemin, Kecamatan Muncang mengajak seluruh warga untuk memaknai Ramadhan lebih dari sekadar menjalankan puasa. Ia menekankan bahwa bulan suci merupakan waktu tepat untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Menurut Muhaemin, Ramadhan bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga momentum refleksi diri. Ia menilai penting bagi setiap warga untuk menyiapkan hati dan pikiran agar puasa yang dijalankan memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

“Ramadhan adalah saat bagi kita untuk menata ulang hati, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Jangan hanya fokus pada menahan lapar dan dahaga, tetapi gunakan kesempatan ini untuk menumbuhkan rasa empati dan persaudaraan,” ujar Muhaemin saat ditemui di kantor desa, Minggu (15/2/2026).

Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Spiritual

Muhaemin mendorong warga memperbanyak ibadah wajib dan sunah selama Ramadhan. Ia menekankan bahwa salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa secara rutin dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan demikian, Ramadhan akan menjadi sarana peningkatan kualitas diri, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesabaran dan pengendalian diri. Menurutnya, Ramadhan mengajarkan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab, yang harus diterapkan dalam interaksi sehari-hari.

“Jika kita mampu menerapkan nilai-nilai Ramadhan dalam hidup kita sehari-hari, maka ibadah yang kita lakukan tidak berhenti pada bulan ini saja, tetapi berdampak sepanjang tahun,” jelas Muhaemin.

Tidak hanya aspek spiritual, Muhaemin juga menekankan pentingnya solidaritas. Ia mengajak warga Desa Girijagabaya untuk saling membantu dan memperhatikan tetangga, terutama mereka yang membutuhkan. Ia berharap Ramadhan menjadi momentum warga berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Ramadhan mengingatkan kita bahwa hidup di desa bukan hanya soal diri sendiri. Mari kita saling membantu dan berbagi kebahagiaan, agar semua warga merasakan keberkahan bulan suci ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kepedulian sosial dan persatuan masyarakat akan menciptakan suasana desa yang harmonis dan kondusif, sekaligus mendukung ibadah yang lebih khusyuk.

Menjelang awal puasa, Muhaemin mengimbau warga menjaga ketertiban selama Ramadhan. Ia mendorong masyarakat untuk mematuhi aturan, menghormati sesama, dan mendukung kegiatan ibadah seperti salat tarawih, tadarus, serta kegiatan pengajian. Menurutnya, lingkungan yang aman dan tertib akan memperkuat kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.

Sebagai penutup, Muhaemin berharap Ramadhan 1447 H menjadi momentum bagi Desa Girijagabaya untuk menjadi masyarakat yang lebih religius, rukun, dan peduli satu sama lain.

“Semoga bulan suci ini membawa berkah bagi kita semua. Marilah kita sambut Ramadhan dengan semangat ibadah, kepedulian, dan kebersamaan. Jadikan Ramadhan sebagai titik awal untuk menjadi pribadi dan desa yang lebih baik,” tutup Muhaemin. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page