LEBAK, ArtistikNews.com – Setiap tanggal 9 Februari, insan pers di seluruh Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai momentum untuk meneguhkan kembali peran pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peringatan ini menjadi refleksi atas kontribusi pers sebagai pilar demokrasi, penyampai informasi publik, serta pengawal kebenaran dan keadilan sosial.
Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan sejarah panjang perjuangan pers Indonesia dalam mengawal perjalanan bangsa. Sejak masa kemerdekaan hingga era digital saat ini, pers terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik, yaitu independensi, akurasi, dan keberimbangan.
Di tengah derasnya arus informasi, khususnya di ruang digital, tantangan yang dihadapi insan pers semakin kompleks. Maraknya hoaks, disinformasi, dan informasi yang menyesatkan menuntut jurnalis untuk bekerja lebih profesional, kritis, dan bertanggung jawab. Momentum peringatan Hari Pers Nasional setiap 9 Februari menjadi penguat komitmen jurnalis untuk tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
Pers memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, pers berkontribusi membangun kesadaran publik, mendorong partisipasi masyarakat, serta menjaga ruang demokrasi tetap sehat. Pers juga menjadi sarana kontrol sosial yang konstruktif, mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
DPeringatanalam konteks pembangunan nasional dan daerah, pers berperan sebagai mitra strategis berbagai pihak. Di daerah, termasuk di Kabupaten Lebak, pers lokal menjadi ujung tombak dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, mengangkat potensi daerah, serta mengawal transparansi dan akuntabilitas kebijakan publik. Kehadiran pers daerah menjadi elemen penting dalam memperkuat demokrasi dari akar rumput.
Peringatan Hari Pers Nasional setiap 9 Februari juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme insan pers. Tantangan zaman menuntut jurnalis tidak hanya cepat dalam menyajikan informasi, tetapi juga cermat dan bertanggung jawab. Pers yang sehat adalah pers yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan dan etika.
Melalui peringatan Hari Pers Nasional, diharapkan kebebasan pers di Indonesia terus terjaga dan dihormati. Pers yang merdeka dan bermartabat merupakan fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang adil, kritis, dan beradab.
Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari. Teruslah menjadi cahaya informasi, penjaga kebenaran, dan mitra strategis dalam membangun Indonesia yang demokratis dan berkeadilan.
