LEBAK, ArtistikNews.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 menunjukkan dampak nyata di Kabupaten Lebak. SMAN 2 Muncang menjadi salah satu sekolah yang merasakan langsung manfaat program tersebut. Dukungan pemerintah menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan representatif untuk menunjang proses belajar mengajar yang berlokasi di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak-Banten.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.171.541.000 kepada SMAN 2 Muncang. Sekolah menggunakan dana tersebut untuk membangun dan memperbaiki sejumlah fasilitas penunjang pendidikan.
Pembangunan Fasilitas Penunjang Pendidikan
Melalui program revitalisasi, SMAN 2 Muncang membangun ruang laboratorium komputer, ruang tata usaha, ruang UKS, ruang bimbingan konseling (BK), serta fasilitas toilet baru. Pembangunan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan siswa.
Kepala SMAN 2 Muncang, Jemi Nurhadi, menjelaskan bahwa sekolah melaksanakan seluruh tahapan revitalisasi dengan sistem swakelola. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mengelola kegiatan pembangunan dengan melibatkan masyarakat sekitar serta pendampingan dari tim teknis perencana dan pengawas.
“Program revitalisasi di SMAN 2 Muncang alhamdulillah dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Jemi, Senin (26/1/2026).
Swakelola Dorong Transparansi dan Kepedulian
Menurut Jemi, sistem swakelola membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas. Keterlibatan tersebut menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah sekaligus memperkuat transparansi dalam penggunaan anggaran negara.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah atas perhatian yang diberikan kepada sektor pendidikan, khususnya sekolah di wilayah Kecamatan Muncang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan revitalisasi ini sangat berarti bagi kami dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa,” ungkapnya.
Fasilitas Baru Tingkatkan Mutu Pembelajaran
Jemi menilai revitalisasi sarana pendidikan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan. Kehadiran fasilitas baru juga meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah.
Saat ini, SMAN 2 Muncang memiliki suasana belajar yang lebih tertata dan mendukung pengembangan potensi siswa. Pihak sekolah berharap kondisi tersebut mampu meningkatkan mutu pendidikan, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Fasilitas yang semakin lengkap tentu akan menumbuhkan semangat belajar siswa dan berdampak positif terhadap mutu pembelajaran di sekolah,” tambahnya.
Wali Murid Apresiasi Revitalisasi Sekolah
Para wali murid juga merasakan dampak positif revitalisasi sekolah. Salah satu wali murid, SR, mengaku bersyukur atas peningkatan fasilitas yang dinilai sangat membantu kegiatan belajar anak-anak.
“Kami sebagai orang tua merasa senang dan terbantu. Fasilitas sekolah sekarang jauh lebih baik dan anak-anak jadi lebih nyaman saat belajar,” ujarnya.
Wali murid lainnya, NH, berharap pemerintah terus melanjutkan program revitalisasi sekolah. Menurutnya, ketersediaan sarana pendidikan yang layak menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan sekolah-sekolah, terutama di wilayah seperti Muncang. Dengan fasilitas yang baik, tentu kualitas pendidikan anak-anak juga akan meningkat,” katanya.
Harapan Sekolah dan Tantangan Akses Jalan
Saat ini, SMAN 2 Muncang memiliki 117 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar. Pihak sekolah optimistis peningkatan sarana dan prasarana dapat menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anak ke jenjang SMA.
“Dengan adanya revitalisasi ini, kami optimistis minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke tingkat SMA akan semakin meningkat,” tutur Jemi.
Di sisi lain, pihak sekolah berharap pemerintah daerah memberi perhatian lanjutan terhadap kondisi akses jalan menuju sekolah. Jalan yang rusak dinilai berpotensi menghambat aktivitas pembelajaran dan mobilitas warga.
“Kami juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap perbaikan akses jalan menuju sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
(Red).
