LEBAK, ArtistikNews.com – Enam organisasi kepemudaan bersama sejumlah LSM turun ke jalan dan menggelar aksi protes di pertigaan Jalan Nasional III pada Senin (30/12/2024). Mereka mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas dugaan korupsi anggaran pemeliharaan rutin dan berkala jalan nasional di wilayah Provinsi Banten.
Tuntutan Aksi
Para peserta aksi berasal dari Pokrol Bambu Reborn, Himakom UNMA Banten, Aliansi Masyarakat Muda Banten Selatan, LSM Harimau, LMPI Kecamatan Malingping, dan DPK-KNPI Malingping. Dalam aksi itu, mereka menilai pemerintah tidak memanfaatkan anggaran besar secara maksimal untuk memperbaiki jalan nasional.
Koordinator aksi, Deden Haditia, menegaskan bahwa aksi tersebut lahir dari kepedulian publik terhadap buruknya kualitas pekerjaan jalan.
“Mulai hari ini sampai 5 Januari 2025, kami akan menghentikan mobil tronton yang membawa muatan berlebih. Kami kecewa karena tidak satu pun pejabat datang atau membuka ruang dialog,” ujar Deden.
Daftar Tuntutan Massa
Deden memaparkan tujuh tuntutan utama, di antaranya:
-
Mengusut dan mengaudit anggaran pemeliharaan rutin dan berkala jalan nasional tahun 2024 yang mereka nilai bermasalah.
-
Mencopot PPK dan Kepala Balai Jalan Nasional karena dianggap gagal mengawasi pekerjaan.
-
Mendesak Menteri PUPR mengevaluasi anggaran jalan dan jembatan di wilayah PPK II Provinsi Banten.
-
Meminta klarifikasi terkait proyek preservasi Jalan Nasional III senilai Rp21 miliar yang dikerjakan PT Tiga Perkasa karena progresnya dinilai molor.
-
Menuntut Kementerian PUPR agar memeriksa kembali hasil pekerjaan jalan sebelum mengeluarkan FHO.
-
Menginstruksikan inspeksi kelayakan jalan karena masih banyak titik yang memiliki genangan air dan drainase bermasalah.
-
Mendesak Menteri PUPR dan APH menindak tegas kendaraan over tonase sesuai Permen PUPR Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 8 Ayat 3 Huruf D (MST 8 ton).
Kondisi di Lapangan
Pantauan wartawan menunjukkan bahwa aparat keamanan dari Polsek Bayah, Polsek Panggarangan, Polsek Cijaku, Polsek Wanasalam, dan Koramil 0313/Malingping menjaga lokasi aksi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
