Posted in

Menko PMK, Presiden Instruksikan Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Menko PMK Prof. Pratikno menyampaikan konferensi pers terkait perkembangan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Senin (29/12/2025). Sumber: YouTube Sekretariat Presiden.

JAKARTA, ArtistikNews.comPemerintah Republik Indonesia terus mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Pratikno menyampaikan perkembangan terbaru dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).

Instruksi Presiden Tegas dan Menyeluruh

Prof. Pratikno menegaskan bahwa Presiden memberikan arahan langsung kepada seluruh jajaran pemerintah. Presiden meminta kementerian, lembaga, TNI, Polri, serta pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya secara maksimal.

“Bapak Presiden memerintahkan semua pihak untuk mempercepat penanganan bencana di seluruh wilayah terdampak,” tegas Pratikno.

Menurut Pratikno, kerja bersama lintas sektor menjadi fondasi utama pemulihan daerah. Pemerintah, relawan, aparat, hingga dunia usaha terus bergerak secara terpadu.

“Kami mengapresiasi masyarakat, relawan, TNI-Polri, ASN pusat dan daerah, serta pekerja swasta yang tanpa lelah membantu korban bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong mempercepat pemulihan wilayah Sumatera.

Pratikno menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah terdampak telah beralih dari fase tanggap darurat ke tahap pemulihan.

“Lebih dari separuh kabupaten dan kota terdampak kini memasuki fase transisi, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” jelasnya.

Di Aceh, tujuh kabupaten dan kota sudah masuk fase transisi. Delapan daerah lainnya masih berada dalam masa tanggap darurat. Sementara itu, di Sumatera Barat, sepuluh kabupaten dan kota telah memasuki fase pemulihan.

Pemerintah menargetkan pemulihan sektor pendidikan selesai pada 4 Januari 2026. Meski demikian, proses belajar mengajar masih berlangsung di tenda darurat di sejumlah lokasi.

“Saat ini masih ada 54 sekolah yang menggunakan tenda sementara,” kata Pratikno.

Dalam sektor hunian, pembangunan terus berjalan. Hingga 28 Desember, pemerintah telah memulai pembangunan hunian sementara dan hunian tetap di 30 lokasi.

“Total ada 1.050 unit hunian. BNPB dan pemerintah daerah membangun 450 unit, sedangkan dunia usaha dan BUMN membangun 600 unit,” paparnya.

Pemulihan ekonomi juga menunjukkan perkembangan positif. Di Aceh, bencana berdampak pada 112 pasar tradisional. Saat ini, 18 pasar telah kembali beroperasi penuh.

Sementara itu, di Sumatera Utara, dari 47 pasar terdampak, sebanyak 46 pasar sudah beroperasi. Satu pasar lainnya masih dalam proses percepatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page