JAKARTA, ArtistikNews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hasil pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat pada Sabtu, 21 Februari 2026 menunjukkan posisi Indonesia semakin kuat dalam percaturan perdagangan globa.
Pertemuan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial. Kedua kepala negara membahas secara intensif negosiasi perdagangan yang telah berlangsung cukup lama. Presiden mengakui proses negosiasi itu berjalan dinamis dan penuh tantangan. Meski demikian, ia menilai hasil akhirnya memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua negara.
Presiden menekankan bahwa capaian tersebut lahir dari pendekatan yang mengedepankan prinsip saling menghormati serta perlindungan terhadap kepentingan nasional masing-masing negara. Pemerintah Indonesia, menurutnya, secara konsisten memperjuangkan kepentingan domestik tanpa mengabaikan semangat kerja sama internasional.
Ia juga menilai posisi Indonesia di forum global kini semakin diperhitungkan. Sejumlah mitra strategis menunjukkan pengakuan yang lebih kuat terhadap peran Indonesia dalam percaturan ekonomi dunia. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang memperoleh pengesahan penting dalam forum global. Pencapaian itu memperkuat legitimasi diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat internasional.
Kepercayaan Investor Menguat
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Amerika Serikat menyampaikan ketertarikannya untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia. Pemerintah AS memandang iklim ekonomi Indonesia terus membaik dan menunjukkan stabilitas yang menjanjikan.
Pandangan itu menjadi sinyal positif bagi arah perekonomian nasional. Presiden melihat respons tersebut sebagai cerminan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kebijakan ekonomi Indonesia. Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong reformasi struktural dan menjaga stabilitas makroekonomi guna memperkuat daya saing nasional.
Ia menilai fondasi ekonomi yang kuat menjadi faktor utama yang menarik minat investor global. Stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang terjaga, serta komitmen terhadap transformasi industri menjadi nilai tambah Indonesia di mata mitra internasional.
Pemerintah juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan bilateral. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong ekspor nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dalam jangka panjang.
Siap Hadapi Dinamika Global
Di tengah dinamika politik global, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tetap bersikap realistis. Pemerintah memahami perubahan politik di Amerika Serikat dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri dan perdagangan negara tersebut.
Indonesia, menurut Presiden, menghormati proses politik domestik negara mitra. Namun pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi hubungan bilateral maupun arus perdagangan global.
Sikap ini menunjukkan pendekatan Indonesia yang adaptif dan strategis. Pemerintah tidak hanya merespons perkembangan global secara reaktif, tetapi juga menyusun langkah jangka panjang untuk menjaga stabilitas dan kepentingan nasional.
Dengan pendekatan tersebut, Presiden optimistis Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas peran di panggung internasional. Ia menilai kerja sama yang setara dan saling menguntungkan menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia dalam sistem perdagangan dunia yang semakin kompetitif.
