Posted in

Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh Tamiang, Tegaskan Negara Hadir dengan Bukti

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan rumah hunian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).(Sumber: YouTube Sekretariat Presiden).

ACEH TAMIANG, ArtistikNews.com Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung pembangunan hunian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Kunjungan tersebut menegaskan komitmen negara dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak dan memastikan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat.

Presiden datang untuk mengecek progres pembangunan rumah hunian yang menjadi bagian dari program percepatan pemulihan di tiga provinsi terdampak bencana. Pemerintah menempatkan Aceh Tamiang sebagai salah satu wilayah prioritas karena tingkat kerusakan yang cukup besar.

Presiden Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kunjungan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan hunian berjalan sesuai kebutuhan warga. Presiden ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar laporan dari pelaksana program.

“Saya diminta meninjau pembangunan rumah hunian yang dibangun oleh Danlantara sebagai inisiatif percepatan pemulihan pascabencana di tiga provinsi,” ujar Presiden.

Presiden menilai kehadiran langsung di lokasi bencana membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat. Menurutnya, laporan tertulis saja tidak cukup tanpa melihat kondisi riil di lapangan.

Presiden Prabowo mengakui keterbatasan waktu membuatnya tidak dapat mengunjungi seluruh wilayah terdampak. Meski begitu, pemerintah tetap memantau seluruh daerah dan memprioritaskan lokasi dengan kebutuhan paling mendesak.

“Saya mohon maaf belum bisa hadir di semua titik. Saya memilih datang ke lokasi yang sedang menjalankan kegiatan penting,” kata Presiden.

Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap bekerja secara menyeluruh melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan pemerintah daerah. Ia menilai kerja cepat dan kehadiran langsung aparat di lapangan menjadi kunci percepatan pemulihan.

Presiden menekankan bahwa kehadiran pejabat negara di lokasi bencana bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah datang untuk memahami persoalan, mencatat kekurangan, dan segera menyusun solusi.

“Kami datang untuk melihat masalah secara langsung, bukan sekadar simbol kehadiran,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menanggapi anggapan bahwa kunjungan pejabat ke lokasi bencana hanya bersifat pencitraan. Ia menegaskan bahwa rakyat menilai pemerintah dari hasil, bukan dari narasi.

“Rakyat Indonesia hanya percaya pada bukti. Dalam delapan hari, kita mampu membangun 600 hunian. Itu bukti kerja nyata,” ujar Presiden.

Menurutnya, pemerintah mengedepankan kepemimpinan berbasis hasil dan kecepatan tindakan, terutama dalam situasi darurat.

Penanganan Serius Tanpa Status Bencana Nasional

Terkait status bencana nasional, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana di tiga provinsi. Meski tidak menetapkan status bencana nasional, pemerintah tetap menjalankan penanganan secara serius dan terkoordinasi.

Presiden memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran besar, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

“Kami akan terus bekerja sampai rakyat benar-benar pulih,” pungkas Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page