Posted in

Pemdes Pasireurih Resmi Gelar Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih, Warga Antusias Dukung Penguatan Ekonomi Desa

Foto dok Pemdesa Pasireurih. Berbagai unsur hadir, mulai dari BPD, Kepala Desa Muhaemin, staf desa, pihak kecamatan, PKK, Posyandu, RT/RW, Dinas Koperasi, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pembentukan Koperasi Merah Putih, Warga Antusias Dukung Penguatan Ekonomi Desa

LEBAK, ArtistikNews.com – Pagi di Kantor Desa Pasireurih berjalan berbeda. Warga tidak datang untuk upacara atau pengumuman satu arah. Sebaliknya, mereka berkumpul, duduk berkelompok, lalu berbincang. Topiknya jelas: bagaimana desa membangun usaha bersama yang benar-benar hidup.

Sejak pukul 08.00 WIB, aparatur desa membuka ruang diskusi. Alih-alih membacakan aturan, mereka mengajak peserta membahas persoalan nyata. Modal usaha kecil, pemasaran hasil tani, serta peluang kerja lokal menjadi pintu masuk pembicaraan.

Karena itu, forum ini menandai langkah awal pembentukan Koperasi Merah Putih di Pasireurih. Pemerintah desa bergerak setelah kebijakan nasional mendorong desa menguatkan ekonomi dari dalam, bukan bergantung ke luar.

Selanjutnya, Kepala Desa Pasireurih, Muhaemin, memilih pendekatan sederhana. Ia berbicara singkat, namun langsung ke arah tujuan. Menurutnya, koperasi bukan simbol administratif, melainkan alat kerja bersama yang menuntut keterlibatan aktif warga.

Sementara itu, unsur desa hadir lengkap dan terlibat langsung. BPD, staf desa, perwakilan kecamatan, kader PKK, Posyandu, RT, RW, hingga unsur keamanan menyampaikan pandangan masing-masing. Diskusi pun bergerak cair. Peserta saling menanggapi tanpa batasan formal.

Untuk memperjelas arah, Pendamping Lokal Desa Angga Alfiktor mengambil peran. Ia memaparkan tahapan pembentukan koperasi secara praktis. Selain itu, ia menjelaskan peran anggota, sistem simpanan, serta jenis usaha yang paling realistis dijalankan di Pasireurih.

“Jika warga mengelola koperasi bersama, sektor pertanian, perdagangan kecil, dan jasa lokal bisa tumbuh,” ujarnya.

Kemudian, peserta langsung masuk ke tahap kerja. Mereka membahas aturan internal, memilih pengurus awal, serta menyusun rencana kegiatan yang dapat segera berjalan.

Di akhir sesi, Muhaemin kembali menegaskan arah desa. Ia menolak koperasi yang hanya berhenti di dokumen. Sebaliknya, ia menargetkan manfaat nyata yang bisa dirasakan warga.

“Kami ingin ekonomi bergerak di desa. Kalau itu terjadi, ketergantungan ke luar otomatis berkurang,” katanya.

Akhirnya, forum ditutup tanpa seremoni. Peserta meninggalkan ruangan dengan satu kesepahaman. Desa tidak sedang membuat lembaga formal semata, melainkan menyiapkan sarana bersama untuk menopang kehidupan ekonomi warga Pasireurih ke depan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page