Posted in

Hakim Konstitusi Liliek Prisbawono Adi Siap Jalankan Amanah, Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik

Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden. Hakim Konstitusi Liliek Prisbawono Adimenyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/4/2006).

JAKARTA, ArtistikNews.com – Liliek Prisbawono Adi menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas lembaga peradilan konstitusi setelah dipercaya menjabat sebagai Hakim Konstitusi Republik Indonesia. Ia menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/4/2006).

Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan peran Mahkamah Konstitusi dalam mengawal sistem ketatanegaraan. Oleh karena itu, Lili memandang amanah tersebut sebagai kepercayaan besar yang harus ia jawab dengan kinerja nyata.

“Saya sangat bangga sebagai hakim konstitusi, menggantikan Yang Mulia Profesor Doktor Anwar Usman. Ini adalah sebuah penghargaan dan kepercayaan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para hakim konstitusi yang telah memberikan dukungan. Menurutnya, dukungan tersebut mendorong dirinya untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas diri.

Fokus pada Integritas dan Kepercayaan Publik

Lebih lanjut, Lili menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Ia menilai tantangan utama seorang hakim konstitusi terletak pada kemampuan menjaga kredibilitas institusi.

Oleh sebab itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia juga menyadari bahwa peran hakim konstitusi sangat strategis dalam menjaga stabilitas hukum nasional.

“Saya mohon doanya. Tentunya ini adalah perjuangan bagi saya untuk terus meningkatkan kredibilitas dan kapasitas saya sebagai hakim konstitusi,” katanya.

Di sisi lain, ia melihat Mahkamah Konstitusi sebagai pilar penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan negara. Lembaga ini juga berperan memastikan setiap kebijakan tetap sesuai dengan konstitusi.

Selanjutnya, Liliek Prisbawono Adi menegaskan bahwa dirinya tidak menerima tugas khusus dalam jabatan barunya. Ia memilih untuk melanjutkan peran yang sebelumnya dijalankan oleh Anwar Usman selama kurang lebih 15 tahun.

“Secara spesifik tidak ada tugas khusus yang disampaikan kepada saya. Saya hanya melanjutkan menggantikan Profesor Doktor Anwar Usman,” jelasnya.

Dengan demikian, ia berfokus menjaga kesinambungan kerja yang sudah berjalan. Ia juga berupaya mempertahankan standar profesionalisme yang telah dibangun sebelumnya.

Selain itu, Lili menekankan pentingnya kerja sama antarhakim konstitusi. Ia menyebut seluruh hakim akan bekerja secara kolektif dalam mengawal konstitusi.

Kerja kolektif tersebut bertujuan untuk memastikan proses hukum berjalan dengan cepat, tepat, dan adil. Dengan pendekatan ini, Mahkamah Konstitusi diharapkan mampu menjawab tantangan hukum yang terus berkembang.

Di samping itu, Lili juga menilai bahwa kolaborasi internal menjadi kunci dalam menjaga kualitas putusan. Hal ini penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Harapan terhadap Mahkamah Konstitusi

Ke depan, Lili berharap Mahkamah Konstitusi dapat terus memperkuat perannya sebagai penjaga demokrasi. Ia ingin lembaga tersebut tetap konsisten dalam menegakkan supremasi hukum.

Dengan komitmen yang ia sampaikan, Mahkamah Konstitusi diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem ketatanegaraan. Selain itu, lembaga ini juga diharapkan tetap menjadi rujukan utama dalam penyelesaian sengketa konstitusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page