JAKARTA, ArtistikNews.com – Ketua Ombudsman Republik Indonesia Harry Susanto menyatakan kesiapan penuh setelah resmi dilantik Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Selain itu, ia menyampaikan rasa syukur atas pelantikan yang akhirnya terlaksana setelah proses yang cukup panjang. Ia menilai amanah ini membawa tanggung jawab besar yang harus segera ia jalankan.
“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hari ini kami dilantik oleh Presiden Republik Indonesia untuk menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangan kami sebagai anggota Ombudsman Republik Indonesia,” ujarnya.
Konsolidasi Internal Jadi Langkah Awal
Selanjutnya, Harry menegaskan bahwa ia bersama delapan anggota lain akan langsung melakukan konsolidasi internal. Mereka ingin mempercepat pelaksanaan tugas yang sempat tertunda.
Ia menilai konsolidasi menjadi langkah penting agar lembaga dapat kembali bekerja secara optimal. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran segera merapatkan barisan.
“Untuk hal tersebut, kami bersembilan akan segera merapatkan barisan untuk merampungkan tugas, fungsi, dan kewenangan kami yang sudah ditunggu masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia mengakui adanya keterlambatan pelantikan selama sekitar dua bulan. Kondisi itu, menurutnya, sempat menghambat sejumlah agenda penting Ombudsman.
“Pelantikan ini sudah memakan waktu hingga dua bulan. Selama dua bulan ini tentu ada hal yang terhambat, dan sekarang sudah terselenggara pelantikan,” tegasnya.
Pembenahan Internal Jadi Prioritas Utama
Di sisi lain, Harry Susanto langsung menetapkan pembenahan internal sebagai prioritas utama. Ia menilai sejumlah aspek di tubuh Ombudsman masih membutuhkan perbaikan.
Ia menjelaskan bahwa pembenahan mencakup struktur organisasi, sumber daya manusia, dan pengelolaan anggaran. Dengan demikian, ia berharap kinerja lembaga dapat meningkat lebih cepat.
“Yang jadi prioritas pertama adalah pembenahan internal. Ada banyak hal di internal Ombudsman yang mesti diperbaiki, di antaranya struktur, SDM, dan anggaran,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kedekatan Ombudsman dengan masyarakat. Menurutnya, selama ini masih ada jarak yang membuat aspirasi publik belum terserap secara maksimal.
Lebih lanjut, Harry menekankan pentingnya pengawasan terhadap berbagai program pelayanan publik. Ia menilai Ombudsman harus lebih aktif dalam memastikan hak masyarakat terpenuhi.
Ia menyoroti sejumlah program seperti pendidikan gratis, sekolah rakyat, makan bergizi gratis, hingga subsidi listrik. Menurutnya, banyak aspirasi masyarakat yang belum tersampaikan secara optimal.
“Oleh karena itu, perlu pengawasan Ombudsman. Program aspirasi tersebut masih banyak yang belum tersampaikan kepada masyarakat, seperti pendidikan gratis, sekolah rakyat, makan bergizi gratis, listrik subsidi, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa Ombudsman harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dengan begitu, pengawasan bisa berjalan lebih efektif dan responsif.
Selain itu, Harry menekankan bahwa Ombudsman memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Ia ingin lembaga ini memastikan pelayanan berjalan adil, transparan, dan akuntabel.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran bekerja lebih cepat dan responsif. Ia juga meminta agar pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dengan pendekatan tersebut, ia optimistis Ombudsman dapat meningkatkan kepercayaan publik. Selain itu, ia berharap lembaga ini mampu memperkuat posisinya sebagai pengawas independen.
Komitmen Tingkatkan Kepercayaan Publik
Akhirnya, Harry Susanto menegaskan komitmennya untuk membawa Ombudsman menjadi lembaga yang lebih kuat dan dekat dengan masyarakat. Ia menargetkan perbaikan internal berjalan paralel dengan peningkatan layanan publik.
Dengan semangat baru pascapelantikan, ia optimistis Ombudsman Republik Indonesia dapat bekerja lebih efektif. Selain itu, ia berharap lembaga ini semakin dipercaya oleh masyarakat luas.
