JAKARTA, ArtistikNews.com – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kampung Nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam penguatan sektor kelautan dan perikanan nasional. Selasa (7/4/2026).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan terus berjalan secara bertahap dan terukur.
Ia menjelaskan, pada tahun ini pemerintah telah memulai pembangunan tahap pertama sebanyak 9,65 persen. Selanjutnya, pembangunan tahap kedua mencapai sekitar 35 persen.
“Kalau ditotal, kita targetkan sekitar 100 unit Kampung Nelayan dapat selesai pada akhir Mei,” ujar Trenggono dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Fokus Penyelesaian dan Pengawalan Program
Trenggono menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pemerintah juga memastikan pengawalan program berjalan optimal hingga selesai.
Menurutnya, pengawalan Kampung Nelayan menjadi faktor penting agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan.
“Kita tidak hanya membangun, tapi juga mengawal agar program ini berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan evaluasi agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target. Dengan pendekatan ini, kualitas pembangunan tetap terjaga.
Ekspansi 1.000 Kampung Nelayan di Tahun 2026
Selain menyelesaikan target tahun ini, pemerintah juga menyiapkan program lanjutan dalam skala besar. Pada tahun 2026, pemerintah akan membangun sekitar 1.000 Kampung Nelayan secara paralel.
Trenggono menyebutkan, fokus pembangunan akan diarahkan ke wilayah Indonesia Timur. Langkah ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi di daerah pesisir.
“Kita akan fokus ke Indonesia Timur. Itu yang sedang kita siapkan,” jelasnya.
Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, program ini juga akan memperkuat sektor perikanan nasional secara menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah masih mematangkan skema pembiayaan. Trenggono mengatakan, proses tersebut sedang berjalan melalui Kementerian PPN/Bappenas.
Setelah tahap tersebut selesai, program akan dilanjutkan ke kementerian terkait untuk penyusunan teknis. Proses ini membutuhkan waktu karena melibatkan berbagai pihak.
“Pembiayaan sedang diproses melalui Bappenas. Setelah itu baru masuk ke tahap berikutnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan seluruh proses berjalan matang. Dengan perencanaan yang baik, program diharapkan berjalan lebih efektif.
Pemerintah juga melakukan analisis terhadap kesiapan industri pendukung. Salah satu fokusnya adalah kemampuan galangan kapal di dalam negeri.
Trenggono menyebutkan, pemerintah sedang memetakan jumlah galangan kapal yang mampu mendukung program ini. Selain itu, pemerintah juga menilai kesiapan fasilitas lainnya.
“Kita sedang analisa galangan kapal di Indonesia, mana yang siap dan sesuai kebutuhan,” katanya.
Langkah ini penting untuk memastikan pembangunan berjalan lancar. Pemerintah ingin mengoptimalkan potensi dalam negeri agar program ini memberikan dampak luas.
Target Rampung dalam Dua Tahun
Pemerintah menargetkan seluruh program pembangunan Kampung Nelayan dapat selesai dalam waktu dua tahun. Target ini menjadi komitmen untuk mempercepat pembangunan sektor pesisir.
Trenggono optimistis target tersebut dapat tercapai. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Mudah-mudahan bisa cepat. Targetnya dua tahun harus selesai,” ujarnya.
Dengan percepatan ini, pemerintah ingin menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat nelayan. Program Kampung Nelayan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat ekonomi pesisir secara berkelanjutan.
