Posted in

Perekonomian Indonesia Tetap Tangguh, Menko Airlangga Tegaskan Sinergi Pemerintah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kondisi perekonomian nasional dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama  dan sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Foto Youtube Sekretariat Presiden. Rabu (8/4/2026).

JAKARTA, ArtistikNews.com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kondisi perekonomian nasional dalam Rapat Kerja Pemerintah yang dihadiri seluruh Menteri, Wamen, pejabat eselon I, dan direksi BUMN. Ia menegaskan, ekonomi Indonesia tetap tangguh di antara negara-negara G20, hanya di bawah India, dengan pertumbuhan kuartal keempat mencapai 5,7 persen. Rabu (8/4/2026).

Menurut Menko Airlangga, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama diperkirakan tetap solid, mendekati target 5,5 persen sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan. Hal ini menunjukkan stabilitas fundamental ekonomi nasional, meski tantangan global terus berlangsung.

Stabilitas Rupiah dan Koordinasi Keuangan

Menko Perekonomian menyoroti upaya pemerintah menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil. Pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia menggunakan triple intervention di pasar spot, domestic non-delivery forward, dan non-delivery forward.

“Koordinasi dengan Bank Indonesia dilakukan melalui triple intervention di pasar spot, domestic non-delivery forward, dan non-delivery forward untuk menstabilkan rupiah,” ujarnya. Saat ini, BI rate tetap di 4,75 persen, mencerminkan kebijakan moneter yang stabil dan konsisten.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong kelanjutan bilateral currency swap dengan China, Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Kebijakan ini diyakini memperkuat cadangan devisa dan menambah ketahanan ekonomi terhadap guncangan global.

Menko Airlangga menjelaskan pemerintah menyesuaikan harga avtur yang diikuti PPN DPP. Akibatnya, kenaikan harga tiket penerbangan hanya berkisar 9-13 persen.

Lebih lanjut, pemerintah memastikan biaya haji tetap terjangkau.

“Ongkos haji, yang telah ditetapkan sebesar 2 juta, tidak akan mengalami kenaikan. Dampak kenaikan avtur diabsorb oleh pemerintah,” jelas Menko Airlangga.

Kebijakan ini menjaga keseimbangan antara kebutuhan transportasi, energi, dan kepentingan masyarakat.

Menko Perekonomian menegaskan pemerintah terus memantau sektor pangan dan energi. Pemerintah melaksanakan langkah strategis untuk menjaga harga komoditas tetap stabil. Strategi ini sejalan dengan upaya menciptakan ketahanan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Koordinasi antar kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya.

Sinergi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Menko Airlangga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas moneter. Pemerintah berkomitmen agar setiap kebijakan berjalan efektif, transparan, dan berpihak pada rakyat.

“Dengan koordinasi yang baik, kebijakan moneter, fiskal, serta sektor energi dan pangan dapat dijalankan secara optimal, sehingga perekonomian Indonesia terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkas Menko Perekonomian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page