JAKARTA, ArtistikNews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan arah masa depan kepemimpinannya di organisasi pencak silat nasional. Sabtu (11/4/2026).
Panitia menyiarkan acara ini melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Sejumlah menteri kabinet, pimpinan TNI-Polri, tokoh nasional, serta pengurus dan perguruan pencak silat dari seluruh Indonesia turut hadir. Forum ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah IPSI ke depan.
Pengabdian Panjang di Dunia Pencak Silat
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa bangga atas perjalanan panjangnya di dunia pencak silat. Ia menegaskan bahwa dirinya telah mengabdi selama puluhan tahun.
“Bagi saya hari penuh kebanggaan dan kebahagiaan, juga penuh kehormatan, karena kalau dihitung hari ini bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat periode. Selain itu, ia juga memimpin PB IPSI sebagai Ketua Umum selama lima periode. Pengalaman tersebut membentuk perjalanan hidupnya sebagai prajurit dan pemimpin.
Pada Munas XVI IPSI, Prabowo secara terbuka menyampaikan keputusan penting. Ia meminta izin untuk tidak melanjutkan jabatan sebagai Ketua Umum PB IPSI.
“Alhamdulillah, hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI, karena saya sudah mengembang tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa dirinya tidak lagi aktif dalam beberapa tahun terakhir. “Saat ini bisa dikatakan sudah hampir tiga tahun saya tidak terlalu aktif,” tambahnya.
Keputusan ini ia ambil agar dapat fokus menjalankan tugas sebagai Presiden. Selain itu, ia ingin memberi ruang bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh IPSI.
Pencak Silat sebagai Identitas Bangsa
Prabowo menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga. Ia menyebut pencak silat sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
“Bagi saya pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pencak silat membentuk karakter, disiplin, dan ketahanan mental. Oleh karena itu, ia menilai pencak silat berperan penting dalam membangun generasi yang tangguh. Selain itu, nilai-nilai luhur dalam pencak silat juga memperkuat identitas nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kekuatan karakter. Ia menilai kekuatan bangsa tidak hanya bergantung pada sumber daya alam.
“Kuat fisiknya, kuat jiwanya, kuat imannya, kuat akhlaknya. Kalau tidak ada kekuatan ini, bangsa itu tidak akan langgeng,” tegasnya.
Ia kemudian mencontohkan sejumlah bangsa besar yang gagal bertahan. Menurutnya, kelemahan karakter menjadi penyebab utama. Karena itu, ia mendorong pembinaan mental dan moral melalui pencak silat.
Momentum Regenerasi Kepemimpinan
Munas XVI IPSI kini menjadi momentum penting untuk regenerasi. Peserta forum diharapkan memilih pemimpin baru yang mampu membawa organisasi lebih maju.
Selain itu, Prabowo mengajak seluruh elemen pencak silat menjaga persatuan. Ia menekankan pentingnya solidaritas dalam menghadapi tantangan ke depan. Dengan kebersamaan, IPSI dapat berkembang lebih profesional dan modern.
Di sisi lain, ia berharap IPSI terus berperan dalam menjaga budaya bangsa. Tidak hanya itu, organisasi ini juga diharapkan mampu mencetak prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Sebagai penutup, Munas ini menjadi tonggak baru bagi IPSI. Organisasi ini diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan olahraga sekaligus penjaga nilai budaya Indonesia.
