YOGYAKARTA, ARTISTIKNEWS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pemprov Banten menerima Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kategori Creative Financing. Jumat (5/6/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam acara yang berlangsung di Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Pada ajang itu, Pemprov Banten meraih peringkat terbaik kedua tingkat provinsi untuk kategori Creative Financing. Selain memperoleh penghargaan, Pemprov Banten juga menerima insentif fiskal dari Kemendagri sebesar Rp2 miliar.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap inovasi daerah dalam mengelola sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif, efektif, dan berkelanjutan.
Dorong Inovasi Pembiayaan Pembangunan Daerah
Usai menerima penghargaan, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus menggali berbagai potensi daerah yang dapat mendukung pembangunan.
“Alhamdulillah, malam ini Provinsi Banten mendapat penghargaan Creative Financing. Kami mengucapkan syukur atas apresiasi ini dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mencari serta mengembangkan potensi daerah dalam rangka pembiayaan pembangunan,” ujar Andra Soni.
Lebih lanjut, Andra menegaskan bahwa inovasi pembiayaan daerah memiliki peran penting dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Oleh karena itu, Pemprov Banten terus berupaya menciptakan berbagai terobosan guna memperkuat kapasitas fiskal daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Program Sekolah Gratis Jadi Salah Satu Bukti Nyata
Andra menjelaskan, salah satu implementasi skema Creative Financing di Provinsi Banten telah mendukung sektor pendidikan.
Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Banten mampu membiayai Program Sekolah Gratis yang saat ini menjangkau 801 sekolah swasta. Program itu mencakup sekitar 60.705 siswa SMA, SMK, dan SKh swasta di berbagai wilayah Banten.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mengembangkan program serupa untuk mendukung pendidikan Madrasah Aliyah. Langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak pelajar memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau.

























