LEBAK, ARTISTIKNEWS.com – Jalur Lebakgedong-Cipanas dikenal sebagai salah satu akses penting di Kabupaten Lebak. Namun, medan jalan yang menanjak dan dipenuhi tikungan juga menuntut pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Lebakgedong-Cipanas, tepatnya di Kampung Jaha, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 10.02 WIB.
Peristiwa itu melibatkan mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi A 1243 PV dan sepeda motor Suzuki Satria F bernomor polisi A 2777 SE.Mobil dikemudikan MR, warga Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. Sementara itu, sepeda motor dikendarai JM, warga Desa Citorek, Kabupaten Lebak.
Jalur Menanjak dan Tikungan Tajam Jadi Tantangan Pengendara
Jalan yang menghubungkan wilayah Lebakgedong dan Cipanas selama ini menjadi akses utama masyarakat. Selain itu, banyak wisatawan melintasi jalur tersebut saat menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan pegunungan Kabupaten Lebak.
Karena memiliki kontur menanjak dan tikungan yang cukup tajam, pengendara perlu menjaga kecepatan dan konsentrasi sepanjang perjalanan. Saat kejadian berlangsung, MR tengah menuju kawasan wisata Lereng Cibolang bersama anggota keluarganya.
Di dalam mobil terdapat enam anggota keluarga, termasuk seorang balita. Menurut MR, dirinya mengemudikan kendaraan secara perlahan karena memahami kondisi jalan yang cukup menantang.
“Saat berada di tanjakan dan tikungan Kampung Jaha, saya mengemudikan kendaraan secara perlahan dan hati-hati. Namun tiba-tiba datang sepeda motor dari arah berlawanan dan kemudian terjadi benturan. Saya juga berusaha menghindari dengan mengarahkan kendaraan ke sisi kiri jalan,” ujar MR.
MR mengaku berusaha mengurangi kecepatan kendaraan dan mengarahkan mobil ke sisi kiri jalan. Namun, jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dihindari.
Pengendara Motor Mengalami Cedera
Benturan terjadi di area tikungan Kampung Jaha. Akibat kejadian tersebut, bumper depan sebelah kanan mobil mengalami kerusakan. Sementara itu, sepeda motor mengalami kerusakan pada bagian lampu depan. Pengendara motor juga terjatuh ke badan jalan dan mengalami cedera.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung mendatangi lokasi. Mereka membantu proses evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban.
Selanjutnya, JM menjalani pemeriksaan medis di Klinik Hera Arviani yang berada di Kampung Jaha. Menurut informasi yang diperoleh, JM mengeluhkan nyeri pada bagian pinggul akibat benturan saat kecelakaan.
Selain menjalani pemeriksaan awal, JM juga mendapatkan penanganan lanjutan dari praktisi terapi tradisional yang menangani cedera tulang dan persendian. Setelah memperoleh penanganan medis dan terapi lanjutan, kondisi JM dilaporkan berangsur membaik.
MR Bantu Penanganan Korban
MR menyatakan dirinya ikut membantu proses pengobatan pascakejadian. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan yang mengalami musibah.
“Kami langsung membantu membawa yang bersangkutan untuk mendapatkan pengobatan dan membantu biaya penanganan awal. Hal itu kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami musibah,” kata MR.
Komunikasi antara kedua belah pihak juga terus berlangsung setelah kejadian.
Keterangan Korban Masih Menunggu Klarifikasi Resmi
MR mengaku sempat berbincang dengan JM setelah kecelakaan terjadi.
Dalam percakapan tersebut, JM mengaku sedang terburu-buru karena hendak berangkat bekerja ke Rangkasbitung.
“Memang saya sebelah kiri masih luas, tetapi saya takut ke arah kiri karena di sana ada jurang. Saya terburu-buru mau berangkat kerja ke Rangkas,” ungkap JM sebagaimana disampaikan kembali oleh MR.
Selain itu, MR juga menyampaikan bahwa JM mengaku mengalami kendala pada sistem pengereman sepeda motor sesaat sebelum kecelakaan. Meski demikian, keterangan tersebut masih berupa pengakuan pascakejadian. Hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kecelakaan.
Musyawarah Keluarga Masih Berlangsung
Hingga berita ini ditulis, kedua pihak masih menjalin komunikasi untuk mencari penyelesaian terbaik. Belum ada kesepakatan maupun hasil musyawarah resmi terkait insiden tersebut. Keluarga dari kedua belah pihak berencana melakukan pembahasan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Raya Lebakgedong-Cipanas telah kembali normal. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara. Selain itu, pengendara juga perlu menjaga kecepatan, meningkatkan konsentrasi, serta mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur menanjak dan tikungan tajam di wilayah Kabupaten Lebak.
(Red-AN).

























