LAMPUNG TIMUR, ArtistikNews.com – Pemerintah memperkuat strategi pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan menjadikan desa sebagai pusat perlindungan awal berbasis komunitas. Sabtu (18/4/2026).
Desa Jadi Garda Terdepan Perlindungan PMI
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong sistem pelindungan PMI berbasis desa. Langkah ini memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi di daerah asal pekerja migran.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan peran penting desa dalam perlindungan awal calon PMI.
“Negara hadir untuk memastikan jaringan dukungan komunitas di desa menjadi benteng perlindungan pertama bagi pekerja migran kita, memastikan mereka berangkat dengan informasi yang benar dan pulang dengan kesuksesan yang berkelanjutan,” ujar Leontinus dalam kegiatan di Lampung Timur.
Dialog Serap Aspirasi Warga
Kemenko PM menggelar Dialog Bersama Deputi (DBD). Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha, koperasi, dan masyarakat desa. Forum ini menampung aspirasi langsung dari lapangan.
Pendekatan ini diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Fokusnya tetap pada perlindungan pekerja migran.
Empat Pilar Penguatan Desa
Program ini berjalan melalui empat pilar utama. Pilar tersebut meliputi inovasi digital, literasi keuangan, kewirausahaan, dan perlindungan PMI.
Di Lampung Timur, program ini memperkuat UMKM dan koperasi. Sistem perlindungan PMI juga dibuat lebih terintegrasi dari tingkat desa.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mendukung kolaborasi ini. Ia menilai program tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah.
“Kami berkomitmen menyelaraskan gerak pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, kami yakin potensi besar pertanian dan UMKM di desa-desa kami akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri,” ungkap Ela.
Penguatan Standar Global PMI
Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, mendukung penguatan standar perlindungan tenaga kerja. Ia menekankan peningkatan kapasitas pekerja migran.
“Kami mendukung penuh rencana aksi nasional pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis agar mereka mampu bersaing secara global dengan jaminan keselamatan kerja yang mumpuni,” ucapnya.
Sumber: pemberdayaan.go.id
