Posted in

Prabowo Bahas Strategi Ekonomi Nasional dan Investasi Global Bersama Luhut

Foto: Presiden Prabowo Subianto bertemu Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas arah kebijakan ekonomi nasional di Istana Merdeka. Sumber: Setneg.go.id.

JAKARTA, ArtistikNews.com –  Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan ini membahas kondisi ekonomi nasional di tengah dinamika global. Pemerintah juga menyusun langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan. Selasa (21/04/2026). 

Kondisi Ekonomi Nasional Tetap Terkendali

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan ekonomi domestik masih stabil. Pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko global yang terus berkembang.

“Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global. Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” ujarnya.

Pemerintah menilai aktivitas ekonomi nasional tetap kuat. Namun, tekanan eksternal tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, berbagai langkah antisipasi terus disiapkan secara aktif.

Skenario Kebijakan untuk Stabilitas

Dalam pertemuan tersebut, Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan sejumlah kebijakan. Pemerintah merancang kebijakan ini untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas fiskal.

“Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” ungkap Teddy Indra Wijaya Seskab.

Pemerintah juga memperkuat digitalisasi layanan publik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi anggaran negara.

Digitalisasi Bansos Jadi Prioritas

Pemerintah mulai menguji digitalisasi bantuan sosial di Banyuwangi. Program ini bertujuan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan. Selain itu, pemerintah ingin memastikan transparansi tetap terjaga.

“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” jelas Seskab.

Pemerintah berencana memperluas program ini ke berbagai daerah. Dengan cara ini, distribusi bantuan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran.

Bidik Investasi Global

Pemerintah tidak hanya fokus pada stabilitas dalam negeri. Pemerintah juga aktif mencari peluang investasi global, terutama dari Timur Tengah.

Salah satu langkah utama adalah mempercepat pembentukan Indonesia Financial Center. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya tarik investasi nasional.

“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” pungkas Teddy Indra Wijaya Seskab.

Melalui langkah ini, pemerintah ingin menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

sumber: Setneg.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page