Posted in

Pupuk RI Dilirik Dunia, India Susul Australia Temui Wamentan Bahas Impor Urea

Foto: Tangkap Layar dari kanal YouTube Kementan. Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menerima Duta Besar India untuk Indonesia dalam pertemuan membahas kerja sama sektor pertanian dan peluang ekspor pupuk urea dari Indonesia.

JAKARTA, ArtistikNews.com – Produk pupuk Indonesia kini semakin menarik perhatian dunia internasional. Setelah Australia menunjukkan minat, India ikut menjajaki peluang kerja sama impor pupuk dari Indonesia. Penjajakan ini dilakukan melalui pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Jumat (17/4/2026).

Pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan ketahanan pupuk yang kuat. Di tengah dinamika global, banyak negara menghadapi tekanan akibat krisis geopolitik yang mengganggu rantai pasok pangan dan energi. Indonesia justru mampu menjaga stabilitas produksi pupuknya.

India Jadi Mitra Strategis

Dalam keterangannya yang dikutip dari kanal YouTube resmi Kementerian Pertanian, Wamentan Sudaryono menegaskan pentingnya India sebagai mitra strategis.
 
Ia menyoroti kedekatan hubungan kedua negara, baik dari sisi budaya maupun perdagangan.
 
“India adalah negara yang penting bagi Indonesia secara kultur, kita punya kesamaan. Kemudian dalam perdagangan antar dua negara juga signifikan, banyak barang dari India dan produk kita juga banyak ke sana,” ujar Sudaryono.
 

Ia menjelaskan bahwa hubungan bilateral yang kuat menjadi fondasi utama dalam membangun kerja sama sektor pertanian. Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah pasokan pupuk urea yang saat ini banyak dibutuhkan di pasar global.

Peluang Ekspor Urea

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang ekspor pupuk urea dari Indonesia ke India. India membutuhkan pasokan pupuk tambahan karena akan memasuki musim tanam pada pertengahan tahun.
 
Sudaryono menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi surplus pupuk. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri sebelum memutuskan ekspor.
 
“Indonesia akan mengutamakan kepentingan atau kebutuhan publik di dalam negeri. Setelah kita hitung semua, ada excess atau kelebihan sekitar satu setengah juta ton yang bisa kita ekspor,” jelasnya.
 
Ia juga menilai momentum ekspor cukup ideal. Jadwal musim tanam di India berlangsung pada Juni, Agustus, dan September. Waktu tersebut bertepatan dengan periode non-panen di Indonesia, sehingga tidak mengganggu kebutuhan domestik.
 

“Pada prinsipnya, pemerintah Indonesia siap untuk ekspor urea ke India, tentunya dengan perhitungan jumlah, waktu, dan mekanisme yang akan dibahas lebih lanjut secara detail,” katanya.

Respons Positif India

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai hubungan kedua negara telah berkembang dengan baik, khususnya dalam sektor pertanian.
 
“Kami sangat senang dapat berdiskusi mengenai berbagai isu, termasuk kerja sama di sektor pertanian dan hubungan bilateral antara India dan Indonesia,” ujar Chakravorty.
 
Ia juga mengapresiasi peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.
 
“Kami melihat bagaimana produktivitas pertanian di Indonesia meningkat, dan kami membahas bagaimana kami dapat mendukung hal tersebut,” tambahnya.
 
Terkait rencana impor pupuk, India menyatakan kesiapan untuk membeli pupuk Indonesia. Namun, mereka menegaskan bahwa pembelian akan dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri Indonesia terpenuhi.
 
“Jika ada surplus, kami akan sangat senang untuk membelinya melalui mekanisme kerja sama antar pemerintah (G2G),” tegasnya.

Bukti Ketahanan Pupuk Nasional

Sudaryono menilai minat dari berbagai negara sebagai bukti nyata ketahanan pupuk nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia mampu menjaga ketersediaan pupuk meskipun dunia menghadapi krisis.
 
“Ini membuktikan bahwa kita punya ketahanan pupuk di tengah situasi krisis. Kondisi pupuk kita kuat di Indonesia,” ujarnya.
 
Ia juga mengingatkan para petani agar tidak khawatir terhadap pasokan pupuk. Pemerintah memastikan ketersediaan pupuk tetap aman dan bahkan berlebih.
 
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh petani bahwa pupuk kita cukup, bahkan berlebih. Tidak perlu cemas karena kondisi ini tidak terpengaruh oleh situasi global,” tegas Sudaryono.

Diplomasi Pertanian Menguat

Meningkatnya permintaan dari luar negeri menempatkan Indonesia pada posisi yang menguntungkan. Surplus pupuk membuka peluang ekspor sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan global.
 
Ketertarikan India yang menyusul Australia menunjukkan bahwa diplomasi sektor pertanian Indonesia semakin kuat. Pupuk kini menjadi komoditas strategis yang mampu meningkatkan peran Indonesia di tingkat internasional.
 
Ke depan, pemerintah akan terus mengkaji peluang ekspor secara cermat. Mereka tetap menempatkan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas utama sebelum mengambil keputusan ekspor.
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page