Posted in

Transisi Kelembagaan Haji Diperkuat, Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah 2026

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat rapat koordinasi di ruang rapat membahas kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. (Sumber: https://www.kemenkopmk.go.id).

JAKARTA, ArtistikNews.com – Pemerintah menempatkan fase transisi kelembagaan penyelenggaraan haji sebagai titik penting untuk memastikan peningkatan kualitas layanan jemaah haji. Peralihan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah mendorong penguatan koordinasi lintas sektor serta kesiapan menghadapi dinamika global yang terus berkembang. Minggu (19/4/2026).

Transisi Kelembagaan Jadi Momentum Perbaikan Layanan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menilai tahun ini menjadi momentum penting untuk memastikan penyelenggaraan haji berjalan lebih baik. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas layanan jemaah di tengah proses transisi kelembagaan.

“Tahun ini adalah tahun pertama transisi dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah. Ini butuh pengawalan, dan kita harapkan ada peningkatan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, kita semua mendukung Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan semaksimal mungkin,” ujarnya dalam Rapat Tingkat Menteri Kesiapan Keberangkatan dan Layanan Jemaah Haji 1447 H/2026 M, di Kantor Kemenko PMK, pada Kamis (16/4/2026).

Fokus Peningkatan Kualitas Layanan Teknis

Pemerintah menilai penyelenggaraan haji secara umum sudah berada dalam kondisi siap. Namun, sejumlah aspek layanan tetap menjadi perhatian untuk ditingkatkan, terutama akomodasi, konsumsi, dan percepatan layanan teknis seperti visa.

“Pada prinsipnya sudah siap, tetapi tetap perlu peningkatan pelayanan. Kualitas catering jangan menurun, distribusi harus terjaga, dan proses teknis seperti visa harus dipercepat,” tegas Menko PMK.

Kesiapan Sesuai Timeline dan Arahan Presiden

Pelaksanaan haji 1447 H tetap mengacu pada timeline yang telah ditetapkan sesuai arahan Presiden, dengan asumsi tidak ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi. Hingga saat ini, seluruh tahapan masih berjalan sesuai rencana.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi perubahan situasi, baik pada tahap keberangkatan, pelaksanaan di Arab Saudi, maupun kepulangan jemaah.

Dorongan Nilai Tambah Ekonomi dari Penyelenggaraan Haji

Selain aspek layanan, pemerintah juga mendorong agar penyelenggaraan haji memberikan nilai tambah ekonomi bagi nasional. Salah satu upaya dilakukan melalui optimalisasi penggunaan produk dan layanan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi.

“Kita juga perlu mendorong nilai tambah ekonomi bagi negara. Misalnya kebutuhan jemaah bisa dipenuhi dari dalam negeri, sehingga manfaatnya kembali ke masyarakat kita,” tambahnya.

Penguatan Sistem Monitoring Nasional

Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah mengoperasikan posko nasional dan command center terpadu selama 24 jam. Sistem ini digunakan untuk memastikan respons cepat terhadap berbagai dinamika operasional di lapangan.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Rapat koordinasi juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, antara lain Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, serta perwakilan BNPB, BPJS Kesehatan, dan Kedutaan Besar RI di Arab Saudi.

Sumber: https://www.kemenkopmk.go.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page