Dorongan Pembangunan Berkualitas
Kegiatan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, tepat guna, dan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah mendorong pembangunan untuk mendukung pusat pemerintahan baru di daerah.
Wapres meninjau langsung unit kamar dan fasilitas bangunan. Ia mengapresiasi progres pembangunan rusun yang berjalan baik. Namun demikian, ia meminta seluruh kekurangan segera diperbaiki. Ia juga menegaskan perbaikan harus selesai sebelum serah terima ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Selain itu, Wapres menekankan sikap tegas kepada pemerintah daerah. Ia meminta daerah menolak hasil pekerjaan jika masih ada cacat desain (defect design). Ia juga menegaskan standar kualitas harus berlaku dari perencanaan hingga pelaksanaan.
Menurutnya, ketelitian sangat penting dalam pembangunan. Kualitas desain dan konstruksi menentukan keamanan bangunan. Selain itu, hal ini juga memastikan hunian dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.
Wapres kembali menegaskan pesan tersebut kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa. Ia meminta pemerintah daerah tidak ragu menolak hasil pekerjaan yang belum sesuai standar.
Penegasan Langsung Wapres
“Pak, nanti kalau masih ada defect design-nya jangan diterima ya. Ini profesional, jangan diterima [kalau ada cacat desain],” tegas Wapres.
Wapres menerima paparan dari Kepala Balai Perumahan Provinsi Papua Tengah, Meda Kilian. Ia menjelaskan perkembangan pembangunan dan fasilitas rusun ASN Papua Tengah.
“Berikut adalah kondisi di kamarnya. Kamar anak, ruang tamu, service area. Kemudian rusun ini, layoutnya seperti rumah tapak. Ada dua kamar tidur, kamar utama. Kemudian ada kamar tidur anak, ada dapur, ada kamar mandi, ada ruang cuci, ruang tamu, dan tempat makan,” jelas Meda.
“Kapasitasnya ini adalah 44 unit untuk satu tower. Kami membangun dua tower sehingga ada 88 unit. Untuk fasilitasnya, di lantai 1 ada ruang pengelola, ada gudang, ada ruang panel, toilet umum, dan janitor. Untuk lantai 2 sendiri, 16 kamar, dan lantai 3 adalah 16 kamar. Tower 1 dan tower 2, template sama desainnya. Selain itu, kami juga melengkapi dengan mebeler (mebel),” lanjutnya.
Setiap unit hunian sudah dilengkapi perabot lengkap. Fasilitas mencakup tempat tidur 160 cm, tempat tidur susun, lemari dua pintu dan satu pintu, meja makan, meja tamu, sofa, serta kursi.
Dengan fasilitas tersebut, seluruh unit siap huni. Selain itu, pengelola memprioritaskan lantai 1 untuk penyandang disabilitas. Langkah ini memastikan akses mudah bagi semua penghuni.
Kunjungan ini menjadi agenda terakhir Wapres di Nabire. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Timika. Agenda berikutnya masih berada di wilayah Papua Tengah.
Kehadiran Pejabat Terkait
Sejumlah pejabat turut hadir dalam peninjauan ini. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Kepala BP3OKP Papua Tengah Petrus Waine.
Selain itu, hadir Bupati Nabire Mesak Magai, Kepala Dinas PUPR Papua Tengah Yulianus Manuel Mambrasar, dan Kepala BPBPK Papua Halil Kastela. Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar juga ikut mendampingi.
Sumber: wapresri.go.id
