Posted in

Kemenko PMK Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian dalam Sistem Kesiapsiagaan Pandemi CARE-I

Menteri dan para pejabat lintas kementerian berfoto bersama sambil memegang dokumen komitmen yang telah ditandatangani dalam proyek CARE-I sebagai penguatan kesiapsiagaan pandemi nasional. (Sumber: kemenkopmk.go.id).

JAKARTA, ArtistikNews.com – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, Kemenko PMK menilai kolaborasi ini krusial untuk membangun sistem kesiapsiagaan pandemi yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia. Senin (20/4/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, menyampaikan hal tersebut dalam penandatanganan komitmen proyek Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I).

Kegiatan ini melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, dan BRIN di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Kamis (16/4/2026).

Dorongan Integrasi Sistem Nasional

Sukadiono menekankan pentingnya integrasi program antar lembaga. Ia meminta seluruh kementerian tidak berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, ia mendorong kolaborasi agar sistem surveilans nasional semakin kuat.

“Kemenko PMK mendorong agar implementasi CARE-I tidak berjalan sektoral. Sebaliknya, program ini harus terintegrasi antar kementerian dan lembaga. Dengan demikian, sistem surveilans dan kesiapsiagaan pandemi nasional menjadi lebih kuat,” tegas Sukadiono.

Penandatanganan komitmen ini menjadi langkah strategis. Selain itu, kegiatan ini memperkuat pelaksanaan CARE-I Tahun Anggaran 2026. Kemenko PMK juga mendorong koordinasi melalui Steering Committee agar berjalan lebih efektif.

Kemudian, proyek CARE-I mendapat dukungan mitra internasional seperti World Bank, FAO, dan WHO. Program ini fokus pada penguatan sistem surveilans, integrasi data, dan peningkatan kapasitas nasional. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi potensi pandemi.

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menegaskan pentingnya komitmen bersama. Ia menyebut kerja sama lintas sektor menjadi fondasi utama.

“Ini menjadi titik awal untuk memastikan komitmen bersama lintas kementerian dan lembaga, serta mitra internasional. Dengan demikian, kita dapat membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kemenko PMK menjalankan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian (KSP). Selain itu, Kemenko PMK memastikan seluruh program berjalan selaras. Lembaga ini juga mendorong penyamaan kebijakan lintas sektor.

Kemudian, Kemenko PMK memperkuat kapasitas kelembagaan di berbagai sektor terkait. Dengan demikian, implementasi program dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan terukur.

Penguatan Ketahanan Kesehatan Nasional

Melalui penguatan komitmen ini, Kemenko PMK mendorong sistem kesiapsiagaan pandemi yang lebih responsif. Selain itu, sistem ini diarahkan agar terintegrasi secara nasional dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, pemerintah berharap ketahanan kesehatan nasional semakin kuat. Pada akhirnya, masyarakat dapat memperoleh perlindungan lebih baik dari potensi ancaman pandemi di masa mendatang.

Sumber: kemenkopmk.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya