JAKARTA, ArtistikNews.com – Peran perempuan dalam menopang ekonomi nasional kembali mendapat sorotan dalam momentum Peringatan Hari Kartini 2026 di lingkungan Kementerian Keuangan. Pemerintah menilai kontribusi perempuan tidak hanya terlihat di sektor formal, tetapi juga berakar kuat dari lingkup keluarga hingga skala nasional. Rabu (22/4/2026).
Perempuan sebagai Pilar Ekonomi Keluarga
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan, terutama di tingkat rumah tangga. Ia menggambarkan bagaimana perempuan selama ini menjadi pengatur utama stabilitas ekonomi keluarga.
“Kalau di kehidupan berumah tangga, siapa yang paling tahu soal anggaran? Siapa juga yang paling disiplin jaga belanja? Jawabannya hampir pasti ibu,” ujar Menkeu.
Menkeu menambahkan bahwa perempuan sejatinya telah lama menjadi “Menteri Keuangan” di level paling dasar melalui praktik nyata dalam keluarga.
Makna Hari Kartini Lebih dari Emansipasi
Dalam arahannya, Menkeu mengajak peserta untuk melihat Hari Kartini tidak hanya sebagai simbol emansipasi, tetapi juga sebagai momentum membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang.
“Kartini tidak hanya soal emansipasi, Kartini bicara soal kesempatan. Kesempatan untuk berpikir, kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berperan. Dan pesan beliau yang sangat jelas adalah, kalau perempuan tertinggal, bangsa tidak akan maju,” tegasnya.
Kontribusi Nyata di Sektor UMKM
Perempuan juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam perekonomian nasional melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan dominasi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, perempuan menjadi pelaku utama di dalamnya.
“Artinya jelas, perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, perempuan adalah penopang ekonomi,” imbuhnya.
Peningkatan Literasi dan Partisipasi Keuangan
Selain di sektor riil, keterlibatan perempuan dalam sektor keuangan juga terus meningkat. Menkeu mengungkapkan bahwa jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel telah melampaui 500 ribu orang, termasuk partisipasi ibu rumah tangga.
“Ini adalah bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, dia melindungi keluarga dari risiko. Dia menciptakan masa depan yang lebih pasti,” ungkapnya.
Komitmen terhadap Lingkungan dan Keberlanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Keuangan juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja yang menerapkan konsep kantor ramah lingkungan (eco-office). Langkah ini mencerminkan komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan berkelanjutan.
Optimisme Perempuan untuk Masa Depan Bangsa
Sebagai penutup, Menkeu menegaskan bahwa kekuatan ekonomi nasional berawal dari ketahanan ekonomi keluarga yang banyak ditopang oleh perempuan. Ia menyampaikan keyakinannya terhadap peran strategis perempuan Indonesia ke depan.
“Saya percaya perempuan hebat untuk Indonesia kuat,” pungkasnya.
Sumber: kemenkeu.go.id
