Selain itu, peserta aksi meminta pemerintah membuat aturan yang jelas mengenai jam operasional kendaraan tambang.
Massa juga mendesak pemerintah mengusut perusahaan galian yang belum melengkapi administrasi maupun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Tidak berhenti di situ, massa turut meminta pemerintah memperbaiki fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih minim di jalur Cirabit.
Sebelum aturan daerah diterbitkan, mereka juga meminta pemerintah menyiapkan prosedur sementara terkait pengaturan operasional kendaraan tambang.
Peserta aksi turut meminta aparat kepolisian mengambil langkah tegas terhadap kendaraan yang melanggar aturan.
Mahasiswa Ingin Jalur Cirabit Lebih Aman
Salah satu mahasiswa, Buyan, mengatakan mahasiswa dan masyarakat menginginkan kondisi jalan yang lebih aman bagi seluruh pengguna.
“Kami ingin jalur ini bebas dari truk monster dan ceceran tanah. Selain itu, kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan,” tegasnya.
Menurut Buyan, keselamatan warga harus menjadi perhatian utama.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa siap mengambil langkah lanjutan apabila tuntutan yang disampaikan tidak memperoleh tanggapan.
“Jika aspirasi ini tidak direspon, kami siap menggelar aksi yang lebih besar hingga ke pemerintah pusat,” ungkapnya.
