Posted in

Tradisi Lumbung Padi di Desa Jagaraksa Bertahan, Warisan Leluhur yang Perkuat Ketahanan Pangan Tradisinal

Redaksi, Artistik News
Padi yang masih utuh di tangkainya dijemur di Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, sebagai bagian dari tradisi ketahanan pangan jangka panjang.
Padi yang masih utuh di tangkainya dijemur di Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, sebagai bagian dari tradisi ketahanan pangan jangka panjang.

LEBAK | ARTISTIK NEWS – Mentari pagi perlahan menyinari hamparan sawah yang membentang di Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. Semilir angin menggoyangkan bulir-bulir padi yang mulai menguning, sementara aktivitas petani berlangsung seperti yang telah dilakukan sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam. Selasa (4/8/2026).

Di balik kehidupan masyarakat yang sederhana, tersimpan sebuah tradisi yang hingga kini tetap bertahan dan menjadi kebanggaan warga, yakni menyimpan hasil panen padi di lumbung sebagai cadangan pangan keluarga.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, masyarakat Desa Jagaraksa memilih tetap memegang teguh warisan leluhur. Tradisi itu bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan menjadi bagian dari sistem ketahanan pangan masyarakat yang terbukti mampu menjaga ketersediaan pangan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Tradisi tersebut juga menjadi bukti bahwa konsep ketahanan pangan sebenarnya telah lama hidup di tengah masyarakat pedesaan, jauh sebelum menjadi salah satu agenda pembangunan nasional.

Bagi masyarakat Desa Jagaraksa, menjaga lumbung berarti menjaga keberlangsungan hidup keluarga sekaligus mempertahankan identitas budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Lumbung padi milik salah satu warga Desa Jagaraksa

Warisan Leluhur yang Masih Bertahan

Berbeda dengan sebagian daerah yang mulai meninggalkan cara-cara tradisional dalam mengelola hasil panen, masyarakat Desa Jagaraksa justru masih mempertahankan sistem penyimpanan padi di lumbung. Tradisi itu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lumbung-lumbung padi masih dapat dijumpai di lingkungan permukiman warga. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa masyarakat setempat memiliki cara tersendiri dalam menjaga persediaan pangan, terutama ketika menghadapi musim paceklik atau kondisi yang tidak menentu.

Tradisi tersebut terus dijaga bersama oleh masyarakat dan para sesepuh desa sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun. Bagi mereka, lumbung bukan sekadar bangunan penyimpanan hasil panen, melainkan simbol kehati-hatian, gotong royong, serta kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Panen Dua Kali, Dua Sistem Ketahanan Pangan

Kepala Desa Jagaraksa, Wahid, mengatakan masyarakat di wilayahnya hingga kini masih mempertahankan pola pertanian tradisional yang diwariskan oleh para leluhur. Menurutnya, sebagian besar petani di Desa Jagaraksa melakukan panen padi sebanyak dua kali dalam setahun.

“Di Desa Jagaraksa, masyarakat biasanya panen padi dua kali dalam setahun. Gabah yang dirontokkan kemudian dijemur itu untuk kebutuhan sehari-hari atau ketahanan pangan jangka pendek. Sedangkan padi yang masih utuh di tangkainya kami simpan di lumbung sebagai ketahanan pangan jangka panjang. Tradisi ini masih kami pertahankan sampai sekarang karena merupakan warisan dari para leluhur,” ujar Wahid.

Menurut Wahid, sistem tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki cara tersendiri dalam mengelola hasil panen agar kebutuhan pangan keluarga tetap terjaga sepanjang tahun.

Gabah yang telah dirontokkan kemudian dijemur biasanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Sementara itu, padi yang masih utuh pada tangkainya disimpan di dalam lumbung sehingga mampu bertahan lebih lama sebagai cadangan pangan keluarga.

Pola tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi dan hingga kini tetap dipraktikkan oleh masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menyertainya.

Bagikan Artikel

Terbaru Lainnya

```

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya