Posted in

Tradisi Lumbung Padi di Desa Jagaraksa Bertahan, Warisan Leluhur yang Perkuat Ketahanan Pangan Tradisinal

Redaksi, Artistik News
Padi yang masih utuh di tangkainya dijemur di Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, sebagai bagian dari tradisi ketahanan pangan jangka panjang.
Padi yang masih utuh di tangkainya dijemur di Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, sebagai bagian dari tradisi ketahanan pangan jangka panjang.

Warga Masih Pertahankan Tradisi Menyimpan Padi di Lumbung

Tradisi menyimpan padi di lumbung tidak hanya dipahami oleh para sesepuh maupun pemerintah desa, tetapi juga masih dijalankan oleh masyarakat Desa Jagaraksa dalam kehidupan sehari-hari.

Maryati, warga Desa Jagaraksa, menjelaskan bahwa padi yang masih utuh di tangkainya sengaja dijemur sebelum nantinya disimpan di lumbung sebagai cadangan pangan.

“Padi yang masih di tangkainya ini milik kesepuhan Desa Jagaraksa. Setelah dijemur, nanti akan disimpan di lumbung sebagai cadangan pangan. Kalau gabah yang sudah dirontokkan, biasanya dijemur dulu, kemudian dibawa ke penggilingan untuk dijadikan beras dan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Maryati.

Menurutnya, tradisi tersebut masih terus dipertahankan oleh masyarakat karena telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari cara warga menjaga ketersediaan pangan keluarga.

Di lokasi penjemuran, tampak deretan padi yang masih terikat pada tangkainya dijemur di rak-rak bambu sebelum disimpan ke dalam lumbung. Pemandangan itu menjadi gambaran nyata bahwa sistem ketahanan pangan tradisional masih hidup di Desa Jagaraksa.

Maryati menuturkan, di kawasan tersebut terdapat sekitar sepuluh lumbung padi yang digunakan masyarakat dan kesepuhan untuk menyimpan hasil panen. Jumlah itu pun belum mewakili seluruh lumbung yang dimiliki warga, karena sebagian besar masyarakat Desa Jagaraksa masih memiliki lumbung padi sebagai tempat penyimpanan hasil panen mereka.

“Di sini masih banyak lumbung padi. Di lokasi ini saja ada sekitar sepuluh lumbung, dan itu belum semuanya. Rata-rata warga Desa Jagaraksa masih memiliki lumbung untuk menyimpan padi hasil panen,” katanya.

Kearifan Lokal yang Layak Menjadi Inspirasi

Apa yang dilakukan masyarakat Desa Jagaraksa menunjukkan bahwa kearifan lokal masih memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan. Sistem penyimpanan hasil panen yang diwariskan secara turun-temurun menjadi bukti bahwa masyarakat telah memiliki cara sendiri dalam menjaga ketersediaan pangan jauh sebelum hadirnya berbagai program modern.

Tradisi tersebut juga memperlihatkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam mengelola hasil panen secara bijaksana agar tetap tersedia ketika dibutuhkan.

Karena itu, tradisi lumbung padi yang masih bertahan di Desa Jagaraksa memiliki nilai yang layak untuk terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas sebagai salah satu kekayaan budaya Kabupaten Lebak.

Harapan Mendapat Perhatian Pemerintah

Keberhasilan masyarakat mempertahankan tradisi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya dinas yang membidangi sektor pertanian, ketahanan pangan, dan kebudayaan.

Perhatian tersebut tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembinaan, pendampingan, edukasi, serta upaya pelestarian budaya agar tradisi yang telah diwariskan para leluhur tetap terjaga.

Dengan dukungan berbagai pihak, tradisi lumbung padi tidak hanya mampu bertahan di Desa Jagaraksa, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Bagikan Artikel

Terbaru Lainnya

```

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya