Pembinaan Dinilai Penting untuk Adaptasi Lingkungan Baru
Agus Jabo menilai proses adaptasi siswa menuju lingkungan baru membutuhkan pendampingan yang terarah.
Ia menjelaskan bahwa peserta didik yang memasuki Sekolah Rakyat memerlukan pembinaan agar dapat menyesuaikan diri dengan pola pendidikan yang diterapkan.
“Karena memang kita butuh. Sejak awal Pak Menteri (Menteri Sosial Saifullah Yusuf) itu justru untuk mendisiplinkan dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat itu memang butuh pembinaan. Dan sejak awal kita sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu. Jadi kalau kemudian kedepan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu (sesuai) Inpres (Inpres Nomor 8 Tahun 2025),” jelasnya.
Selain itu, keterlibatan TNI dan Polri dalam proses pembinaan tersebut telah masuk dalam rencana sejak tahap awal penyusunan program.
TNI Siapkan Sekitar 1.000 Taruna Akmil
Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha menyatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan sekitar 1.000 taruna untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Taruna yang terlibat berasal dari tingkat pertama dan tingkat kedua.
“Nanti kami siapkan seribu orang, itu termasuk pengasuhnya Taruna. Jadi nanti Taruna yang kami kirim itu Tingkat 1 dan Tingkat 2,” ujar Wisnu.
Menurutnya, para taruna nantinya akan menjalankan pembinaan di 178 titik Sekolah Rakyat yang telah masuk dalam rencana pelaksanaan program.
