Posted in

S&P Nyatakan Rating RI Tetap BBB, Sinyal Positif bagi Kepercayaan Investor Global

Ilustrasi peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil dari Standard & Poor’s (S&P). (Ilustrasi)

JAKARTA, ArtistikNews.com – WASHINGTON DC, 17/02/2026 Kemenkeu – Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Triple B (BBB) dengan outlook stabil. Keputusan ini memberi sinyal positif bagi kepercayaan pasar global terhadap perekonomian nasional.

Dalam pertemuan di Washington DC, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hasil penilaian tersebut. Ia menegaskan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade. Hal ini tetap berlaku meski tekanan ekonomi global belum sepenuhnya mereda.

Sinyal Kuat di Tengah Tekanan Global

Di tengah perlambatan ekonomi dunia, suku bunga global yang tinggi, serta ketidakpastian geopolitik, keputusan S&P menjadi indikator penting. Risiko investasi di Indonesia tetap terkendali.

Selain itu, status investment grade juga berdampak langsung terhadap persepsi investor dalam menempatkan modalnya. Kondisi ini memperkuat kepercayaan terhadap pasar keuangan nasional.

Peringkat BBB mencerminkan kemampuan Indonesia menjaga stabilitas fiskal dan keuangan negara. Posisi ini membantu menekan biaya pinjaman. Selain itu, arus investasi ke dalam negeri juga semakin kuat.

Disiplin Fiskal Jadi Perhatian Utama

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa S&P memberi perhatian besar terhadap konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal. Fokus utama berada pada pengendalian defisit anggaran.

“Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu. Utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga di bawah 3 persen dari PDB,” ujar Menteri Keuangan.

Arahan Presiden Prabowo untuk menjaga defisit APBN tetap prudent turut memperkuat penilaian tersebut. Komitmen ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Penerimaan Negara Tunjukkan Perbaikan

Selain itu, kinerja penerimaan negara juga menjadi sorotan. Purbaya menyampaikan bahwa pertumbuhan pajak pada dua bulan pertama tahun ini mencapai 30 persen.

Sementara itu, periode Januari-Maret tumbuh sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan tren positif yang cukup kuat.

Capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang terus pulih. Pemerintah juga melakukan restrukturisasi Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengumpulan penerimaan negara.

“Ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan Januari-Maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen, mereka sepertinya cukup puas,” kata sang Bendahara Negara.

Fundamental Ekonomi Tetap Terjaga

Lebih lanjut, S&P juga mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV tahun lalu. Berbagai indikator ekonomi menunjukkan tren positif, terutama pada awal pemerintahan Presiden Prabowo.

Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang baik. Konsumsi domestik tetap kuat. Selain itu, reformasi fiskal berjalan berkelanjutan dan prospek investasi tetap terjaga.

Meski demikian, pemerintah tetap memperhatikan rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara. Kondisi ini terus dimonitor untuk menjaga ruang fiskal dalam jangka panjang.

“Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga,” ujar Purbaya.

Pesan Positif bagi Pasar Global

Dengan tetap terjaganya rating Indonesia di level BBB dan outlook stabil, pasar global menerima sinyal kuat. Fundamental ekonomi nasional tetap solid di tengah tekanan eksternal.

Selain itu, Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, disiplin fiskal, dan stabilitas keuangan negara.

Sumber: kemenkeu.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page