JAKARTA. ARTISTIKNEWS.com – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memperkuat pendekatan kolaboratif dalam penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Fokus utama kini bergeser pada percepatan penyediaan lahan relokasi agar masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian yang layak. Jumat (24/4/2026).
Rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang digelar di Jakarta, Rabu (15/4/2026), membahas langkah teknis percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kemenko PMK, Monalisa Herawati Rumayar, menegaskan pentingnya percepatan penyediaan lahan. Ia mendorong pemerintah daerah segera menyelesaikan tahapan administratif agar pembangunan hunian dapat berjalan sesuai rencana.
“Pemerintah daerah perlu segera mempercepat penyediaan lahan agar pembangunan hunian tetap dapat berjalan sesuai target,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan 244 unit hunian tetap yang sudah dialokasikan dalam anggaran tahun 2026.
Dalam pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Flores Timur memutuskan membatalkan lokasi Kur’eng sebagai kawasan relokasi. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi dan dinamika di lapangan.
Sebagai gantinya, pemerintah daerah akan segera menetapkan lokasi baru yang lebih sesuai. Selain itu, Kementerian ATR/BPN bersama pemerintah daerah melakukan sinkronisasi antara rencana relokasi dan tata ruang wilayah. Langkah ini diharapkan dapat menghindari hambatan teknis di kemudian hari.
Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya
