Distribusi Bantuan Menjangkau Kampung Palendeng
Salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dalam penyaluran bantuan adalah Kampung Palendeng. Kampung tersebut berada cukup jauh dari kantor desa sehingga warga harus mengeluarkan biaya transportasi jika mengambil bantuan secara langsung.
Karena kondisi tersebut, pemerintah desa menyalurkan bantuan melalui ketua RT setempat. Cara ini memudahkan warga sekaligus mengurangi beban biaya perjalanan. Masyarakat pun menyambut kebijakan tersebut dengan positif. Mereka menilai mekanisme distribusi melalui RT lebih efektif dan lebih dekat dengan kebutuhan warga di lapangan.
Salah seorang KPM asal Kampung Palendeng, Agus Kusni, mengaku bantuan yang diterimanya sangat membantu kebutuhan keluarganya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan beras ini. Khusus untuk warga Kampung Palendeng, bantuan dibagikan melalui RT karena jarak ke kantor desa cukup jauh. Kalau harus mengambil sendiri ke kantor desa, ongkos pulang-pergi bisa mencapai sekitar Rp50 ribu. Dengan dibagikan melalui RT, masyarakat sangat terbantu dan tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar,” kata Agus.
Selain menerima beras, warga juga memperoleh bantuan minyak goreng yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Alhamdulillah, untuk bantuan kali ini kami menerima beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan tersebut,” ujar Agus.
Semangat Kebersamaan Warga Tetap Terjaga
Di balik penyaluran bantuan tersebut, masyarakat Kampung Palendeng juga menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat. Sebagian penerima manfaat secara sukarela berbagi dengan warga yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan.
Menurut Agus Kusni, kebiasaan saling membantu masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Karena itu, bantuan yang diterima tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Di kampung kami, ada juga masyarakat yang tidak masuk sebagai penerima bantuan. Karena itu, sebagian KPM dengan sukarela menyisihkan atau membagikan sebagian bantuan yang diterimanya kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan. Tujuannya agar mereka juga bisa merasakan manfaat dan kebersamaan di lingkungan kami tetap terjaga,” katanya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan.

























