Warga Sukarela Bantu Biaya Operasional Pengangkutan
Agus juga menjelaskan bahwa masyarakat Kampung Palendeng memahami kondisi medan dan jarak tempuh yang harus dilalui untuk mengangkut bantuan dari kantor desa.
Karena itu, warga secara sukarela memberikan uang pengganti bensin kepada RT yang membantu mengambil dan mengantarkan bantuan ke kampung mereka.
“Kalau di kampung kami, tidak ada persoalan terkait ongkos pengangkutan beras. Justru masyarakat secara sukarela memberikan uang pengganti bensin kepada RT yang membantu mengambil dan mengantarkan beras dari kantor desa ke Kampung Palendeng. Itu bentuk kebersamaan dan kesepakatan warga, karena kami juga memahami jarak tempuhnya cukup jauh. Jadi masyarakat merasa terbantu dan tidak keberatan memberikan uang pengganti bensin secara sukarela,” ungkap Agus Kusni.
Menurut warga, langkah tersebut justru lebih ringan dibandingkan harus datang sendiri ke kantor desa dengan biaya transportasi yang lebih besar.
Dukungan Ketahanan Pangan Masyarakat
Penyaluran bantuan pangan kepada 536 KPM menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, program tersebut juga membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah desa, RT, dan masyarakat menunjukkan bahwa program bantuan dapat berjalan lebih efektif ketika seluruh pihak bekerja bersama.
Karena itu, Pemerintah Desa Sindangwangi berharap bantuan pangan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain membantu kebutuhan sehari-hari, program tersebut juga memperkuat solidaritas sosial yang selama ini tumbuh di tengah warga Desa Sindangwangi. (Red-AN).

























