Posted in

BUMDes Cemerlang Desa Muncang Kembangkan Peternakan Terpadu, Produksi Telur Tembus 15 Kg per Hari

Peternakan ayam petelur dan kolam lele terpadu milik BUMDes Cemerlang Desa Muncang yang meningkatkan produktivitas desa.

LEBAK, ArtistikNews.com –  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dibentuk oleh pemerintah desa untuk mengelola potensi lokal secara mandiri. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui berbagai sektor usaha produktif. BUMDes Cemerlang Desa Muncang kembangkan peternakan terpadu, produksi Telur tembus 15 Kg per hari. Senin (30/3/2026).

Salah satu BUMDes yang kini menunjukkan kinerja nyata adalah BUMDes Cemerlang di Desa Muncang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. BUMDes ini mengembangkan peternakan ayam petelur yang terintegrasi dengan budidaya ikan lele, menciptakan sistem usaha terpadu yang inovatif dan berkelanjutan.

Produksi Telur Awal dan Peningkatan Signifikan

BUMDes Cemerlang memelihara sebanyak 570 ekor ayam petelur berusia 28 minggu. Ayam-ayam ini mulai bertelur sejak 17 Februari 2026. Pada tahap awal, produksi telur masih terbatas sekitar 1 kilogram per hari karena ayam baru mulai beradaptasi. Namun, beberapa pekan terakhir, produksi meningkat drastis hingga mencapai 15 kilogram per hari.

Ketua Direktur BUMDes Cemerlang, Ubaydilah, menjelaskan,

“Hasil ini tidak diraih secara instan. Kami terus melakukan evaluasi, perbaikan manajemen pakan, dan kebersihan kandang secara konsisten,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga kesehatan ayam menjadi kunci utama agar produksi telur tetap stabil dan meningkat.

“Kami memastikan ayam mendapatkan pakan berkualitas dan kandang selalu bersih. Ayam yang sehat otomatis menghasilkan telur lebih banyak,” kata Ubaydilah.

Salah satu inovasi BUMDes Cemerlang adalah sistem peternakan terpadu. Di bawah kandang ayam, dibuat kolam budidaya ikan lele. Kotoran ayam dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ikan, sehingga menghasilkan nilai tambah sekaligus mengurangi limbah.

“Kami sengaja merancang kolam di bawah kandang agar limbah ayam bisa dimanfaatkan. Selain mendukung lingkungan, sistem ini menambah sumber pendapatan desa,” jelas Ubaydilah. Dengan model ini, satu kegiatan peternakan menghasilkan dua sumber pendapatan, yakni telur ayam dan ikan lele.

Menurut Ubaydilah, sistem terpadu ini juga menjadi solusi untuk mengatasi masalah lingkungan yang biasanya muncul dari limbah ternak.

“Kalau kotoran ayam tidak dimanfaatkan, bisa menimbulkan pencemaran. Sekarang, limbah menjadi bagian dari proses ekonomi yang bermanfaat,” ujarnya.

BUMDes Cemerlang juga membuka lapangan kerja bagi warga desa. Warga terlibat langsung dalam pemeliharaan ayam, pengelolaan kolam lele, serta distribusi telur ke pasar lokal dan warung sekitar. Dengan begitu, pendapatan desa meningkat dan kesejahteraan warga ikut terangkat.

Ubaydilah berharap usaha ini terus berkembang.

“Kami ingin BUMDes tidak hanya berjalan, tapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan, kami berencana menambah jumlah ternak dan memperluas usaha agar pendapatan desa semakin meningkat,” katanya.

Dukungan Aparatur Desa dan Motivasi Warga

Aparatur Desa Muncang, Johariah, memberikan apresiasi atas pengelolaan BUMDes.

“Kami sangat mendukung program ini karena memberikan dampak positif bagi masyarakat. Inovasi yang dilakukan bisa menjadi contoh bagi desa lain,” ujar Johariah.

Ia menambahkan, keberhasilan BUMDes Cemerlang memotivasi masyarakat untuk ikut mengembangkan potensi lokal.

“Ini menjadi motivasi bagi warga desa untuk berinovasi dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Semoga BUMDes Cemerlang terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi semua,” tutup Johariah.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page