YOGYAKARTA, ARTISTIKNEWS.com – Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Andre Notohamijoyo menegaskan pentingnya penguatan tata kelola risiko bencana untuk meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman bencana dan dampak perubahan iklim. Jumat (8/5/2026).
Andre menyampaikan hal itu saat menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ke-9 Tahun 2026 di Yogyakarta, Selasa (6/5/2026). Forum tersebut digelar Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Kegiatan itu mempertemukan pemerintah, akademisi, relawan, praktisi, dan sektor swasta. Mereka membahas penguatan sistem penanggulangan bencana di Indonesia.
Kolaborasi dan Riset Kebencanaan
Andre menilai forum ilmiah tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Forum itu juga mendorong lahirnya kebijakan kebencanaan berbasis riset dan inovasi.
Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang efektif dan berkelanjutan.
“Penguatan tata kelola risiko bencana menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap berbagai ancaman bencana maupun dampak krisis iklim. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan penguatan riset kebencanaan harus terus diperkuat,” ujar Andre.
Andre juga menilai IABI memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu kebencanaan. Organisasi itu terus menghadirkan rekomendasi kebijakan berbasis kajian ilmiah.
“Apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, baik pakar, akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat, maupun sektor swasta atas kontribusi dalam penanggulangan bencana,” katanya.
