ArtistikNews
Posted in

Pasokan Air PDAM Muncang Mati 10 Hari, Warga Terpaksa Gunakan Air Sungai untuk Kebutuhan Sehari-hari

Pasokan Air PDAM Muncang Mati 10 Hari, Warga Terpaksa Gunakan Air Sungai untuk Kebutuhan Sehari-hari
Warga Kecamatan Muncang mengambil air dari sungai setelah pasokan air PDAM mati selama sekitar 10 hari dan mengganggu kebutuhan sehari-hari. (Istimewa)

PDAM Muncang Benarkan Gangguan Layanan

Di sisi lain, pihak PDAM Muncang membenarkan adanya kendala teknis yang menyebabkan distribusi air terganggu.

Kepala Cabang PDAM Muncang, Bodi Resmana, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan menyampaikan laporan kepada pihak pusat.

“Benar, sudah sekitar sepuluh hari air tidak mengalir. Kami langsung kirim laporan ke pusat agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

PDAM juga telah melakukan pengecekan terhadap sumber masalah yang menyebabkan pasokan air berhenti.

Kerusakan Pompa Jadi Penyebab Gangguan

Setelah tim melakukan pemeriksaan, PDAM menemukan kerusakan pada salah satu komponen utama sistem distribusi air.

Bodi menjelaskan tim perawatan dari pusat telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Tim perawatan pusat sudah datang dua kali. Setelah dicek, gulungan pompanya terbakar,” terangnya.

Saat ini tim teknis telah mengangkat pompa yang mengalami kerusakan untuk menjalani proses perbaikan lebih lanjut.

Selain itu, pihak PDAM masih menunggu informasi terkait langkah berikutnya, termasuk kemungkinan penggantian pompa agar sistem distribusi dapat kembali berjalan normal.

Warga Minta Penanganan Dilakukan Secepatnya

Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat solusi sehingga pasokan air dapat kembali mengalir ke rumah warga.

Selain menginginkan perbaikan cepat, warga juga berharap langkah penanganan yang dilakukan dapat mengurangi risiko gangguan serupa terjadi kembali pada masa mendatang.

NL mengatakan masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil tindakan nyata.

“Kami ingin air PDAM mengalir normal lagi, supaya kebutuhan rumah tangga terpenuhi tanpa harus repot mengambil air dari sungai,” kata NL.

Gangguan yang terjadi di Kecamatan Muncang menjadi perhatian bagi pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. Akses air bersih memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, sehingga warga berharap layanan dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. (Red).

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya

error: Content is protected !!