Lingkungan dan Kolaborasi Jadi Penentu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberhasilan belajar tidak lepas dari lingkungan yang mendukung. Ia menyebut kondisi lingkungan belajar yang baik dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan.
“Hampir seluruh teori belajar menunjukkan bahwa keberhasilan belajar dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan belajar yang bersih dan lingkungan sosial yang nyaman menjadi kunci,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam membantu pemerintah mengatasi kesenjangan pendidikan.
“DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Tantangannya adalah bagaimana menggerakkan dan menyatukan kekuatan itu,” katanya.
Peran Madrasah dan Pesantren
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kontribusi lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Ia menilai madrasah dan pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kebersamaan.
“Lembaga pendidikan yang paling mengaktualisasikan nilai gotong royong adalah madrasah dan pesantren. Sekitar 95 persen dikelola swasta, dan tetap bertahan dengan kekuatan komunitas,” ungkapnya.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, lembaga tersebut tetap mampu mencetak generasi berkualitas. Peran ini dinilai sangat penting dalam memperkuat sistem pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (Sumber: kemensos.go.id).
