Tiga Isu Utama Buruh
Dalam kesempatan itu, Ilham menyampaikan tiga poin utama yang menjadi perhatian KPBI.
“Saya menyampaikan ada tiga hal, Pak.”
Ia menyoroti kondisi pekerja muda yang baru menikah dan mulai membangun keluarga. Menurutnya, mereka menghadapi situasi yang tidak mudah.
“Pertama, bagi pekerja-pekerja muda yang baru menikah, setelah dia berkeluarga dan punya anak, mereka dihadapkan kepada pilihan yang pahit.”
Ia menegaskan bahwa tekanan ekonomi dan sosial membuat pekerja sulit menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
Dilema Pekerja dan Keluarga
Ilham menjelaskan kondisi nyata yang sering dihadapi pekerja.
“Pilihan pertama, anaknya harus dititip di neneknya di kampung, atau salah satu di antara mereka harus keluar dari tempat kerja untuk menjaga anak.”
Ia menilai situasi ini menunjukkan lemahnya dukungan sistem terhadap keluarga pekerja. Banyak buruh harus memilih antara karier atau keluarga.
Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar persoalan pribadi. Hal ini mencerminkan celah dalam kebijakan ketenagakerjaan yang belum menjawab kebutuhan riil pekerja.
Harapan terhadap Peran Negara
KPBI meminta negara hadir dan memberi solusi nyata. Ilham menegaskan hal tersebut secara singkat.
“Kami berharap negara hadir.”
Ia menekankan bahwa buruh membutuhkan kebijakan yang berpihak pada kehidupan nyata, bukan hanya produktivitas kerja.
Menurutnya, negara harus memastikan pekerja bisa bekerja tanpa mengorbankan keluarga.
Dorongan Kebijakan Pro-Buruh
Ilham mendorong pemerintah mengambil langkah konkret. Ia menilai kebijakan harus menyentuh kebutuhan dasar pekerja.
Ia menyebut fasilitas pengasuhan anak dan perlindungan pekerja berkeluarga sebagai kebutuhan mendesak. Tanpa itu, pekerja akan terus menghadapi dilema yang sama.
Ia juga menegaskan bahwa isu ini harus menjadi perhatian serius dalam kebijakan nasional.
Harapan ke Depan
KPBI berharap dialog langsung antara buruh dan pemerintah terus berlanjut. Ilham menilai komunikasi seperti ini harus menghasilkan kebijakan nyata.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas buruh dalam memperjuangkan hak mereka.
May Day 2026 menjadi pengingat bahwa kesejahteraan buruh tidak hanya soal upah. Kesejahteraan juga mencakup kualitas hidup dan keberlangsungan keluarga.
( Sumber: Channel YouTube Sekretariat Presiden )
