Posted in

Pemerintah Perkuat Kerja Sama Energi Usai Kunjungan Presiden ke Rusia dan Prancis

Tangkapan layar Sekretaris Kabinet dan Menteri ESDM saat menyampaikan keterangan pers usai rapat bersama Presiden di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (16/4/2026), yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

JAKARTA, ArtistikNews.com – Sekretaris Kabinet dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan keterangan pers di Istana Presiden terkait hasil kunjungan kerja Presiden ke Rusia dan Prancis, Kamis (16/4/2026).

Keterangan pers ini menyoroti langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kerja sama internasional, khususnya di sektor energi. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa Presiden baru saja menyelesaikan kunjungan singkat selama dua hari. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.

“Presiden baru tiba dari kunjungan singkat dua hari ke dua negara superpower, yaitu bertemu Presiden Rusia, kemudian Presiden Perancis. Di Rusia, ada pertemuan dengan Presiden Putin, intinya adalah peningkatan kerja sama di bidang energi jangka panjang,” ujar Sekretaris Kabinet.

Ia menambahkan bahwa Presiden langsung memberi penugasan kepada Menteri ESDM untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut.

“Presiden menugaskan khusus Bapak Menteri ESDM untuk bertemu utusan khusus Presiden Putin dan juga Menteri Energi dari Rusia. Lebih detailnya  Menteri ESDM yang akan menjelaskan,” lanjutnya.

Kerja Sama Energi Jadi Fokus Utama

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menindaklanjuti arahan tersebut dengan melakukan pertemuan di Rusia. Ia menegaskan bahwa kerja sama energi menjadi prioritas utama dalam hubungan kedua negara.

“Alhamdulillah hari ini saya melaporkan kepada Bapak Presiden, atas arahan beliau kami ke Rusia untuk menindaklanjuti kesepakatan antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin, yang menyangkut kerja sama jangka panjang khususnya di bidang energi,” ungkap Bahlil Lahadalia Menteri ESDM.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kita tahu bahwa konsumsi BBM kita sekitar 1,5 juta barel per hari, sementara produksi kita hanya sekitar 600 hingga 610 ribu barel per hari. Artinya, kita masih impor sekitar 1 juta barel per hari,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi global mendorong Indonesia untuk tidak bergantung pada satu negara. Pemerintah terus mencari sumber energi alternatif melalui kerja sama internasional.

Peluang Kerja Sama dengan Rusia

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menerima sinyal positif dari Rusia. Kerja sama mencakup pasokan minyak mentah dan pembangunan infrastruktur energi.

“Alhamdulillah, kami sudah bertemu dengan Menteri Energi dan pihak terkait di Rusia. Kabar yang kami terima cukup menggembirakan, bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia dan mereka juga siap membangun beberapa infrastruktur penting untuk meningkatkan ketahanan energi nasional,” jelas Bahlil Lahadalia Menteri ESDM.

Pemerintah juga membuka komunikasi terkait kebutuhan LPG nasional yang masih tinggi.

“Kita juga melakukan komunikasi terkait LPG. Saat ini kebutuhan LPG kita sekitar 7 juta ton per tahun dan sebagian besar masih impor. Kita sedang melakukan diversifikasi, dan Insya Allah akan ada dukungan, meski masih membutuhkan beberapa tahap komunikasi lanjutan,” tambahnya.

Ia memastikan bahwa pembahasan pasokan minyak mentah hampir mencapai tahap akhir.

“Kalau untuk crude, saya pikir sudah hampir final,” tegasnya.

Diversifikasi untuk Ketahanan Energi

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap kerja sama energi.

“Kebutuhan crude kita setiap tahun sekitar 300 juta barel. Jadi kita akan ambil dari mana saja yang paling menguntungkan bagi negara kita,” ujarnya.

Pemerintah terus mendorong diversifikasi sumber energi untuk menjaga stabilitas pasokan. Langkah ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu negara.

Keterangan pers di Istana Presiden ini menunjukkan bahwa pemerintah bergerak aktif menghadapi tantangan global. Pemerintah juga memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page