Posted in

Program Dapur 3T MBG di Desa Pasireurih, Kecamatan Muncang Belum Berjalan Meski Bangunan Sudah Siap

Foto: Ilustrasi Sekdes Pasireurih bersama wali murid dan para siswa saat menunggu kejelasan realisasi operasional Dapur 3T MBG yang telah selesai dibangun di Desa Pasireurih, Kec. Muncang, Kab. Lebak. Ilustrasi/ArtistikNews.

LEBAK, ARTISTIKNEWS.com – Program Dapur 3T dalam skema Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pasireurih, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, hingga kini belum berjalan meski bangunan dapur dan fasilitas penunjang sudah tersedia. Program 3T merupakan program untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang bertujuan memperluas pemerataan pelayanan bagi masyarakat, termasuk pemenuhan gizi pelajar dan warga di daerah pedesaan.

Warga menyebut bangunan dapur MBG di Desa Pasireurih diduga selesai sekitar tiga bulan lalu. Namun sampai sekarang belum terlihat aktivitas operasional maupun distribusi makanan bagi pelajar. Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat yang berharap program segera berjalan.

Di lokasi dapur MBG Desa Pasireurih, bangunan utama terlihat sudah berdiri. Sejumlah fasilitas penunjang juga tampak tersedia. Meski begitu, belum terlihat aktivitas persiapan operasional di area dapur tersebut.

Desa Dukung Program MBG

Sekretaris Desa Pasireurih, Sudirman, mengatakan pemerintah desa mendukung penuh program MBG karena memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah di wilayah pedesaan.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya membantu kebutuhan gizi pelajar, tetapi juga mendukung upaya penanganan stunting dan pemenuhan gizi ibu hamil.

“Program MBG ini sangat baik karena tujuannya membantu kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Selain itu, program ini juga diharapkan membantu ibu hamil dan mendukung penanganan stunting di desa,” kata Sudirman saat ditemui, Rabu (13/5/2026).

Sudirman menjelaskan pemerintah desa selama ini membantu proses koordinasi dan mendukung keberadaan program tersebut di wilayah Desa Pasireurih. Namun sampai sekarang pihak desa masih menunggu kepastian pelaksanaan dari pihak terkait.

“Kami di desa mendukung program ini karena manfaatnya bagus untuk masyarakat. Tetapi untuk teknis pelaksanaan tentu menjadi kewenangan pihak pelaksana program. Masyarakat sekarang banyak yang bertanya kapan dapur ini mulai berjalan,” ujarnya.

Ia berharap pihak pelaksana segera menjalankan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Kalau dapur ini mulai berjalan tentu dampaknya akan sangat baik. Anak-anak mendapat makanan bergizi dan masyarakat sekitar juga bisa ikut merasakan manfaatnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya