Posted in

Progres Sekolah Rakyat Surabaya Dikebut, Target Beroperasi Tahun Ajaran 2026/2027

Foto: Menteri Sosial meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Surabaya dengan progres signifikan menuju operasional tahun ajaran baru. (Sumber: kemensos.go.id).

Jawa Timur Jadi Pusat Pengembangan

Gus Ipul menyoroti peran Jawa Timur sebagai daerah dengan pembangunan Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Ia menyebut wilayah ini menjadi prioritas dalam pengembangan program pendidikan berbasis inklusi sosial tersebut.

“Di Jatim ada 18. Khusus Jatim terbesar ini,” kata Gus Ipul.

Saat ini, Jawa Timur telah mengoperasikan 26 Sekolah Rakyat rintisan. Pemerintah juga merencanakan pembangunan 18 sekolah permanen. Dari jumlah tersebut, lima lokasi tengah dipercepat pengerjaannya, yakni Surabaya, Gresik, Tuban, Jombang, dan Sampang.

Konsep Terpadu untuk 1.000 Siswa

Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menyediakan berbagai fasilitas lengkap. Kompleks ini mencakup gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa dan guru, tempat ibadah, lapangan olahraga, serta ruang terbuka hijau.

Fasilitas tersebut memungkinkan sekolah menampung hingga 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Gus Ipul menegaskan bahwa konsep ini dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus menunjang kualitas pembelajaran.

“Gedung ini nanti bisa menampung seribu siswa. SD, SMP, dan SMA. Dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama, laboratorium, UKS, dan juga fasilitas ekstrakurikuler lainnya,” jelas Gus Ipul.

Sistem Penjangkauan Tanpa Pendaftaran

Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran terbuka. Pemerintah menggunakan sistem penjangkauan langsung berbasis data DTSEN untuk menjaring peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau. Penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah,” tegasnya.

Pendekatan ini memastikan bahwa program benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan intervensi pendidikan secara mendesak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya