Bangun Budaya Bersih Melalui Jumat Bersih
Abeng menilai perubahan lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Karena itu, pemerintah desa terus mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai kebutuhan bersama.
“Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kebutuhan, bukan hanya karena ada kegiatan gotong royong. Jika kesadaran itu tumbuh, maka lingkungan desa akan tetap terjaga setiap hari,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat tidak hanya aktif saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan langkah tersebut, lingkungan desa akan tetap terawat meskipun tidak sedang melaksanakan kegiatan gotong royong.
Selain menjaga kebersihan, kegiatan Jumat Bersih juga mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Warga dapat berinteraksi secara langsung sambil bekerja bersama membersihkan lingkungan. Situasi tersebut memperkuat komunikasi dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Abeng menilai semangat gotong royong menjadi modal penting dalam pembangunan desa.
“Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Saat bekerja bersama, komunikasi menjadi lebih baik dan rasa memiliki terhadap desa juga semakin kuat. Ini yang ingin terus kami bangun di Desa Muncang,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan desa akan berjalan lebih efektif ketika pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama.
Pemdes Muncang juga memanfaatkan kegiatan Jumat Bersih sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Pemerintah desa mengajak warga menjaga kebersihan fasilitas umum dan membuang sampah pada tempatnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah desa berharap masyarakat dapat menularkan kebiasaan positif kepada generasi muda.
Pemdes Muncang berkomitmen melanjutkan program Gotong Royong Jumat Bersih secara berkelanjutan. Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, masyarakat dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
(Red-AN).

























