Posted in

Maulid Nabi di Kampung Kadu Kempong Baros Meriah, Ratusan Warga dari 12 Kampung Hadir

Redaksi, Artistik News
Maulid Nabi Kampung Kadu Kempong Baros dihadiri ratusan warga
Ratusan warga menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Kadu Kempong, Desa Sukaindah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten

SERANG, ARTISTIKNEWS – Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW kembali digelar masyarakat Kampung Kadu Kempong, Desa Sukaindah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Perayaan berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan warga dari berbagai kampung. Sabtu (29/8/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum keagamaan sekaligus ajang mempererat silaturahmi masyarakat. Panitia mengundang warga dari sekitar 12 kampung, sehingga suasana perayaan semakin ramai dan penuh kebersamaan.

Selain masyarakat, kegiatan Maulid Nabi tersebut juga dihadiri para kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga dari berbagai kalangan.

Kampung Kadu Kempong sendiri memiliki sekitar 70 kepala keluarga (KK). Meski jumlah warga tidak terlalu banyak, semangat masyarakat dalam mempertahankan tradisi Maulid Nabi tetap terlihat kuat.

Masyarakat bersama-sama mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Semangat gotong royong juga terlihat dalam penyambutan para tamu dan warga yang datang dari berbagai kampung.

Tradisi Maulid Nabi Tetap Dijaga Masyarakat

Bagi masyarakat Kampung Kadu Kempong, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan keagamaan sekaligus budaya masyarakat yang terus dipertahankan.

Warga setempat, Indra, mengatakan kegiatan Maulid Nabi menjadi salah satu momentum yang paling dinantikan masyarakat. Selain untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat.

“Alhamdulillah, acara Maulid Nabi di Kampung Kadu Kempong berlangsung ramai. Meskipun kampung kami kurang lebih hanya 70 kepala keluarga, masyarakat sangat antusias melaksanakan kegiatan ini. Kami juga mengundang warga dari 12 kampung,” ujar Indra.

Menurutnya, antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir sejak kegiatan berlangsung. Mereka datang untuk mengikuti perayaan sekaligus bersilaturahmi dengan warga lainnya.

“Yang hadir bukan hanya masyarakat dari Kadu Kempong. Ada warga dari 12 kampung, para kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat lainnya. Alhamdulillah, semuanya bisa berkumpul dalam suasana kebersamaan,” lanjutnya.

Kehadiran Para Kiai dan Tokoh Agama

Kehadiran para kiai dan tokoh agama memberikan suasana tersendiri dalam perayaan Maulid Nabi di Baros tersebut.

Masyarakat dapat berkumpul bersama para tokoh agama dalam satu kegiatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk memperkuat hubungan sosial dan keagamaan.

Indra mengatakan keberadaan para kiai dan tokoh agama memiliki arti penting bagi masyarakat. Selain menjadi bagian dari kegiatan keagamaan, mereka juga menjadi sosok yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur para kiai dan tokoh agama bisa hadir. Kehadiran mereka membuat kegiatan ini semakin bermakna. Masyarakat bisa berkumpul dan bersama-sama memperingati Maulid Nabi dengan suasana yang penuh kekeluargaan,” katanya.

Menurut Indra, tradisi seperti ini perlu terus dipertahankan. Terlebih, generasi muda juga perlu mengetahui dan memahami nilai yang terkandung dalam kegiatan tersebut.

Ratusan Warga dari 12 Kampung Membaur

Kemeriahan Maulid Nabi Kampung Kadu Kempong semakin terasa dengan hadirnya ratusan masyarakat dari 12 kampung yang mendapatkan undangan.

Warga datang bersama keluarga. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga para tokoh masyarakat terlihat membaur di lokasi kegiatan.

Kehadiran masyarakat dari berbagai kampung menunjukkan bahwa tradisi Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan internal satu lingkungan. Perayaan tersebut juga mampu menjadi jembatan silaturahmi antarmasyarakat.

Indra menilai kebersamaan seperti itu menjadi salah satu nilai penting yang harus dijaga.

“Kami ingin Maulid Nabi ini menjadi ajang silaturahmi. Jadi bukan hanya memperingati Maulid, tetapi bagaimana masyarakat dari berbagai kampung bisa bertemu, saling mengenal, dan mempererat persaudaraan,” ungkapnya.

Ia berharap semangat masyarakat tersebut dapat terus dipertahankan pada pelaksanaan Maulid Nabi di tahun-tahun berikutnya.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan Warga

Pelaksanaan kegiatan juga tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat Kampung Kadu Kempong.

Warga ikut membantu mempersiapkan lokasi dan berbagai kebutuhan acara. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran kuatnya hubungan sosial masyarakat setempat.

Tradisi penyediaan hidangan untuk para tamu juga menjadi bagian dari suasana perayaan. Masyarakat menyiapkan berbagai makanan sebagai bentuk penghormatan kepada warga dan tamu yang hadir.

Bagi Indra, kebersamaan masyarakat menjadi hal yang lebih penting daripada kemeriahan acara semata.

“Intinya adalah kebersamaan. Kami ingin tradisi ini terus hidup. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengetahui Maulid Nabi sebagai acara tahunan, tetapi tidak memahami nilai silaturahmi, gotong royong, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” tutur Indra.

Menanamkan Nilai Maulid kepada Generasi Muda

Perayaan Maulid Nabi di Desa Sukaindah juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan tradisi keagamaan kepada anak-anak dan generasi muda.

Keterlibatan mereka dalam kegiatan diharapkan dapat membuat tradisi tersebut tetap berlangsung dari generasi ke generasi.

Indra berharap masyarakat dapat terus menjaga kegiatan yang memiliki nilai positif bagi kehidupan sosial tersebut.

“Semoga ke depan kegiatan seperti ini tetap berjalan. Kami berharap anak-anak muda ikut menjaga tradisi yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Kadu Kempong. Mudah-mudahan kebersamaan warga semakin kuat dan silaturahmi dengan kampung-kampung lain juga terus terjaga,” pungkasnya.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Kadu Kempong, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kampung.

Dengan jumlah warga Kampung Kadu Kempong sekitar 70 kepala keluarga, kegiatan tersebut mampu menghadirkan ratusan masyarakat dari 12 kampung. Kehadiran para kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam tradisi Maulid Nabi.

Tradisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai keagamaan, silaturahmi, dan gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Banten.

Penulis: Redaksi Artistiknews

Terbaru Lainnya

```

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya