LEBAK | ARTISTIKNEWS.COM – Pemuda Kampung Tapos Caang, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, punya cara kreatif dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka membuat film dokumenter bertema nasionalisme berjudul “Sang Saka Merah Putih.” Senin ( 17/8/2026).
Pemuda dan warga Tapos Caang memutar film tersebut pada Senin malam, 17 Agustus 2026, di Alun-Alun Tapos Caang.
Pemutaran film itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan kepada Tanah Air.
Ratusan warga datang untuk menyaksikan karya para pemuda tersebut. Mereka juga memberikan dukungan kepada para kreator lokal yang mengangkat cerita perjuangan melalui film.
Hadir dalam kegiatan itu Camat Muncang Edih Sunardi, S.Sos., perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lebak, para kepala desa se-Kecamatan Muncang, tokoh masyarakat, Kapolsek Muncang IPTU Deni Kusnadi, Tokoh pemuda Sunardi, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat Tapos Caang H. Jatmika, serta ratusan warga.
Camat Muncang Apresiasi Kreativitas Pemuda
Camat Muncang Edih Sunardi, S.Sos., mengapresiasi inisiatif pemuda Kampung Tapos Caang.
Ia menilai film tersebut menjadi bukti bahwa pemuda Kecamatan Muncang memiliki kreativitas yang perlu mendapat ruang dan dukungan.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas anak-anak muda Kampung Tapos Caang yang mampu membuat sebuah karya film dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini merupakan kegiatan positif yang dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk menyalurkan kreativitasnya,” ujar Edih Sunardi.
Edih berharap kegiatan serupa terus berkembang. Ia juga ingin pemuda dari kampung dan desa lain ikut menghasilkan karya.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi pemuda di kampung dan desa lainnya di Kecamatan Muncang untuk terus berkarya. Pemerintah tentu sangat mendukung kegiatan positif yang dapat membangun kreativitas dan kebersamaan masyarakat,” katanya.
Menurut Edih, proses pembuatan film juga mengajarkan banyak hal kepada generasi muda. Mereka belajar bekerja sama, membangun kekompakan dan menjaga semangat gotong royong.
“Yang paling penting bukan hanya hasil filmnya, tetapi proses kebersamaan dan gotong royong yang terbangun. Ini menjadi pengalaman yang sangat baik bagi generasi muda,” tambahnya.
Angkat Kisah Bendera Warisan Pejuang
Film “Sang Saka Merah Putih” mengangkat kisah sebuah bendera Merah Putih yang menjadi warisan leluhur seorang pejuang. Cerita tersebut mengambil latar perjuangan pada masa penjajahan sebelum Indonesia merdeka.
Para kreator kemudian mengembangkan kisah itu menjadi film dokumenter. Mereka membawa pesan tentang perjuangan, nasionalisme, penghormatan kepada Merah Putih dan kecintaan kepada Indonesia.
Herman Affandi, warga Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, ikut mengembangkan film tersebut. Ia berperan sebagai penulis sekaligus produser.
Sejumlah pemuda dan warga Tapos Caang ikut mengambil bagian dalam produksi. Mereka tampil sebagai pemeran dan membantu berbagai kebutuhan di lapangan. Para pemain film tersebut antara lain Siti Rohmah, Sopian, Supriyadi, Bayu Putra, Ubaidillah, dan Rudi.











