Kebersamaan Menjadi Kunci Pelaksanaan Acara
Panitia pelaksana menilai keterlibatan banyak pihak menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran kegiatan. Ketua panitia, Ubay, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan acara.
Menurutnya, partisipasi santri, pengurus, dan masyarakat ikut memperkuat makna kegiatan yang berlangsung pada bulan Ramadan tersebut.
“Acara ini berjalan lancar karena dukungan semua pihak. Kehadiran setiap orang membuat Tafaruqon dan buka puasa bersama lebih bermakna,” ujar Ubay.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun selama kegiatan dapat terus dipertahankan pada agenda sosial berikutnya.
Tafaruqon Menjadi Awal Perjalanan Baru Santri
Dalam kesempatan tersebut, KH. Nurhani juga menyampaikan pesan kepada para santri mengenai makna Tafaruqon. Menurutnya, Tafaruqon tidak hanya dimaknai sebagai momen perpisahan, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru dalam menuntut ilmu.
Ia mengajak para santri untuk terus meningkatkan pengetahuan sekaligus menjaga nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Gunakan kesempatan ini untuk terus belajar, menjaga akhlak, dan memperkuat persaudaraan. Ilmu itu luas, jadi jangan pernah berhenti menuntutnya,” pesannya.
Melalui pesan tersebut, santri diharapkan terus mengembangkan kemampuan diri dan menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari selama berada di lingkungan pesantren.











