LEBAK | ARTISTIKNEWS.COM – Pergantian kepemimpinan di tingkat desa tidak harus memutus hubungan baik. Hal itu terlihat di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, melalui hubungan harmonis antara Kepala Desa Tanjungwangi Satria dan mantan Kepala Desa Lutpi. Rabu (2/9/2026).
Satria kini menjalankan amanah sebagai kepala desa. Sementara itu, Lutpi tetap menjaga hubungan baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Keduanya menunjukkan sikap dewasa dalam menyikapi pergantian kepemimpinan. Mereka menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dalam keberlanjutan pembangunan Desa Tanjungwangi.
Hubungan tersebut juga menunjukkan bahwa pergantian pemimpin tidak harus melahirkan perbedaan berkepanjangan. Sebaliknya, komunikasi dan persaudaraan dapat menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan masyarakat.
Satria Kepemimpinan Berganti, Silaturahmi Tetap Terjaga
Kepala Desa Tanjungwangi Satria mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika pemerintahan desa. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki masa pengabdian dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, ia menghormati perjalanan kepemimpinan Lutpi ketika masih menjabat sebagai kepala desa.
Satria juga menilai berbagai program dan hal yang telah dilakukan pada masa kepemimpinan sebelumnya tetap menjadi bagian dari perjalanan Desa Tanjungwangi.
“Kepemimpinan boleh berganti, tetapi silaturahmi dan persatuan harus tetap kita jaga. Saya menghormati apa yang sudah dilakukan oleh Pak Lutpi selama beliau memimpin Desa Tanjungwangi. Sekarang tugas saya melanjutkan pengabdian dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Satria.
Menurut Satria, kepala desa yang sedang menjabat memiliki tanggung jawab untuk menjalankan pemerintahan sesuai amanah masyarakat. Karena itu, ia ingin membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat. Hubungan tersebut juga mencakup komunikasi dengan mantan kepala desa.
Satria mengajak masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan masa kepemimpinan sebagai alasan untuk terpecah.
Baginya, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa.
“Kita ingin Tanjungwangi terus maju. Untuk mencapai itu, kita membutuhkan kebersamaan. Tidak ada lagi istilah masa lalu atau kelompok ini dan kelompok itu. Yang ada adalah masyarakat Tanjungwangi yang bersama-sama ingin melihat desanya menjadi lebih baik,” kata Satria.
Satria Ajak Masyarakat Bangun Desa Bersama
Satria berharap semangat kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Tanjungwangi.
Ia meyakini pembangunan desa membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan kemajuan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa membutuhkan dukungan masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan Tanjungwangi.
Satria menilai hubungan baik antarelemen masyarakat dapat membantu menciptakan suasana pemerintahan desa yang kondusif. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat mengesampingkan perbedaan dan bersama-sama menjaga persatuan.
Baginya, masa lalu tetap menjadi bagian dari perjalanan desa. Sementara itu, masa depan Desa Tanjungwangi menjadi tanggung jawab bersama.
Lutpi Tetap Dukung Pemerintahan Desa
Mantan Kepala Desa Tanjungwangi Lutpi juga menunjukkan sikap terbuka terhadap kepemimpinan Satria. Setelah menyelesaikan masa jabatannya, Lutpi memilih tetap menjaga hubungan baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Ia memahami bahwa pemerintahan Desa Tanjungwangi kini berada di bawah tanggung jawab Satria sebagai kepala desa yang sedang menjabat.
Lutpi menilai setiap pemimpin memiliki kesempatan untuk membawa gagasan dan pendekatan masing-masing.
Karena itu, ia menghormati kewenangan Satria dalam menjalankan amanah masyarakat Desa Tanjungwangi.
“Sekarang Pak Satria yang mendapatkan amanah untuk memimpin Desa Tanjungwangi. Saya menghormati dan mendukung pemerintahan desa agar bisa berjalan dengan baik. Apa yang sudah saya lakukan dahulu menjadi bagian dari perjalanan desa, sedangkan ke depan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan membangun Tanjungwangi,” ungkap Lutpi.
Menurut Lutpi, jabatan kepala desa merupakan amanah yang memiliki batas waktu. Namun, kepedulian terhadap masyarakat tidak harus berhenti setelah masa jabatan berakhir.
Ia juga berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintahan Satria untuk menjalankan berbagai program dan tanggung jawabnya.
Lutpi, Desa Milik Bersama
Lutpi menilai keberhasilan pemerintahan desa akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Karena itu, ia berharap masyarakat memberikan dukungan agar pemerintahan Desa Tanjungwangi dapat berjalan dengan baik.
“Kalau pemerintahan desa berjalan baik dan masyarakat sejahtera, tentu kita semua ikut bangga. Karena desa ini milik bersama, bukan milik kepala desa atau mantan kepala desa,” tutur Lutpi.
Menurut Lutpi, hubungan baik antara mantan kepala desa dan kepala desa yang sedang menjabat dapat memberikan contoh positif kepada masyarakat.
Perbedaan pilihan maupun pergantian kepemimpinan, kata dia, tidak seharusnya meninggalkan permusuhan. Setelah proses kepemimpinan selesai, seluruh pihak dapat kembali bersatu untuk menjaga kepentingan masyarakat.
Lutpi memilih tetap memberikan dukungan dalam kapasitasnya sebagai bagian dari masyarakat. Ia juga menghormati kewenangan pemerintahan yang saat ini berada di tangan Satria.
Pergantian Kepemimpinan Jadi Contoh Kedewasaan
Hubungan antara Satria dan Lutpi memberikan gambaran bahwa pergantian kepemimpinan dapat berlangsung secara dewasa. Satria menjalankan kewenangannya sebagai kepala desa yang aktif menjabat. Sementara itu, Lutpi tetap menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat tanpa mengambil alih kewenangan pemerintahan desa.
Sikap keduanya menjadi pesan positif bagi masyarakat Desa Tanjungwangi. Perbedaan masa kepemimpinan tidak harus menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, komunikasi yang baik dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Kondisi tersebut juga dapat menjadi modal sosial dalam mendukung pemerintahan desa yang kondusif.
Bersatu untuk Kemajuan Tanjungwangi
Kepemimpinan Satria dan sikap Lutpi menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan kebersamaan. Jabatan kepala desa memang memiliki masa jabatan. Namun, kepedulian terhadap desa dapat terus berjalan melalui dukungan dan partisipasi masyarakat.
Satria memiliki tanggung jawab menjalankan pemerintahan saat ini. Lutpi pun tetap dapat memberikan perhatian sebagai bagian dari masyarakat.
Pada akhirnya, kepentingan Desa Tanjungwangi menjadi tujuan yang dapat mempertemukan seluruh pihak. Jabatan boleh berganti, tetapi persaudaraan tidak harus berakhir. Kepemimpinan boleh berpindah, tetapi semangat membangun Desa Tanjungwangi dapat terus berjalan bersama. (Red).











