Potensi Kerugian Bisa Triliunan Rupiah
Gede juga menghitung potensi kerugian jika pola ini terjadi secara luas. Target pembangunan mencapai puluhan ribu unit di seluruh Indonesia.
Jika setiap unit mengalami selisih hingga Rp800 juta, angka totalnya bisa sangat besar. Potensi kerugian bahkan bisa menembus puluhan triliun rupiah.
“Ini bukan angka kecil. Kita bicara skala nasional,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa proyek ini menggunakan dana publik. Karena itu, transparansi harus menjadi prioritas utama.
Perlu Investigasi Menyeluruh
Gede mendorong pemerintah segera melakukan pemeriksaan. Ia menilai langkah ini penting sebelum proyek berjalan lebih jauh.
Saat ini, jumlah unit yang terbangun masih relatif sedikit. Kondisi tersebut memberi ruang untuk evaluasi dini.
Ia menyarankan audit menyeluruh terhadap alur anggaran. Pemerintah perlu menelusuri proses dari perencanaan hingga pelaksanaan.
“Kita masih punya waktu untuk memperbaiki. Jangan tunggu sampai semuanya selesai,” ujarnya.
Dalam wawancara itu, Gede juga menyinggung kemungkinan masalah di tingkat administrasi. Ia menduga ada rantai distribusi anggaran yang tidak efisien.
Namun, ia belum menarik kesimpulan pasti. Ia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi.
“Kita harus hati-hati. Ini masih dugaan berdasarkan laporan lapangan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan data agar publik bisa ikut mengawasi.
Gede menilai program Koperasi Merah Putih memiliki tujuan yang baik. Pemerintah ingin memperkuat ekonomi desa melalui koperasi.
Namun, ia mengingatkan bahwa tata kelola harus diperbaiki. Tanpa sistem yang transparan, tujuan besar sulit tercapai.
Ia juga menyoroti kontribusi koperasi terhadap ekonomi nasional. Saat ini, angka kontribusinya masih sekitar 1 persen dari total ekonomi.
“Kita berharap program ini bisa meningkatkan peran koperasi,” katanya.
