Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan komitmen kuat kawasan dalam membangun kerja sama yang lebih solid. Bahkan, diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif yang saling melengkapi.
Deklarasi Bali sebagai Hasil Konkret
Sebagai hasil utama pertemuan, seluruh peserta menyepakati Deklarasi Bali yang memuat enam poin strategis. Deklarasi ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat kolaborasi kepemudaan dan olahraga di Asia Tenggara.
Pertama, negara-negara sepakat bahwa olahraga memiliki peran penting dalam menciptakan perdamaian, memperkuat persatuan kawasan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, olahraga juga dinilai mampu meningkatkan citra Asia Tenggara di tingkat global.
Kedua, para peserta menyoroti pentingnya penguatan sistem olahraga prestasi tinggi. Mereka mendorong peningkatan pembinaan atlet, kualitas pelatih, pemanfaatan ilmu keolahragaan, serta sistem identifikasi bakat yang lebih efektif.
Ketiga, negara-negara Asia Tenggara berkomitmen menjajaki pendekatan kolaboratif dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kawasan sekaligus mempererat kerja sama.
Keempat, partisipasi masyarakat dalam olahraga ditegaskan sebagai fondasi penting. Tidak hanya meningkatkan kesehatan, olahraga juga dinilai mampu menumbuhkan nilai toleransi, inklusi sosial, dan rasa saling menghormati.
Kelima, pemberdayaan pemuda menjadi fokus utama melalui penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan cara ini, generasi muda diharapkan dapat berperan aktif dalam mempromosikan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.
Keenam, para peserta mengakui bahwa pemuda merupakan penggerak utama masa depan kawasan. Oleh karena itu, mereka berkomitmen mendorong kebijakan yang memperkuat pemikiran kritis serta keterlibatan aktif generasi muda di era digital.
