Penguatan Pengamanan dan Tata Kelola
Selanjutnya, pemerintah berencana meningkatkan keterlibatan aparat keamanan dalam operasional haji. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan serta kenyamanan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
“Kami bersepakat akan ada tambahan personel Polri di Saudi untuk mendukung tata kelola, pengamanan, serta kenyamanan jemaah Indonesia. Ke depan, struktur Amirul Hajj juga akan melibatkan unsur Polri,” katanya.
Pada musim haji tahun ini, Wakapolri bahkan turut mendampingi Amirul Hajj. Kehadiran tersebut bertujuan memastikan perlindungan jemaah berjalan optimal selama operasional berlangsung.
Kolaborasi dan Imbauan kepada Masyarakat
Sementara itu, Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri terus memperkuat kerja sama, baik di dalam negeri maupun dengan aparat keamanan Arab Saudi. Pertukaran informasi dilakukan secara aktif untuk mempercepat penanganan kasus.
“Satgas Haji fokus pada pencegahan sekaligus penegakan hukum. Kami melihat ada pelaku yang berulang bahkan residivis, sehingga langkah hukum harus dilakukan secara tegas,” ujar Dedi.
Ia juga menambahkan bahwa laporan masyarakat terkait penipuan haji menunjukkan peningkatan. Beberapa kasus berhasil diselesaikan, meskipun sebagian lainnya masih diproses secara hukum.
“Ada yang dapat diselesaikan melalui mediasi, tetapi jika gagal maka proses hukum akan berjalan agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.
Sebagai penutup, pemerintah mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Tawaran haji ilegal yang beredar di media sosial harus dihindari. Masyarakat perlu memastikan visa serta penyelenggara perjalanan sesuai aturan resmi agar ibadah berjalan aman, nyaman, dan lancar. (Sumber: haji.go.id).
