Posted in

Seruan Persatuan di May Day 2026, Presiden Dorong Keadilan bagi Kaum Buruh

Foto; Presiden Republik Indonesia menyampaikan pidato pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 bersama pejabat negara dan pimpinan serikat pekerja. (YouTube Sekretariat Presiden).

Lebih jauh, Presiden mengakui dukungan besar dari kalangan buruh dalam perjalanan politiknya.

“Saya merasa bahwa kaum buruh telah mendukung saya sekian kali dan saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, kaum petani, kaum nelayan, kaum pekerja seluruh Indonesia.”

Komitmen untuk Rakyat Kecil

Presiden kemudian menegaskan tekadnya untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, khususnya mereka yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.

“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit.”

Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut menjadi tanggung jawab utama pemerintah.

“Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin dan itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah.”

Selain itu, Presiden memastikan setiap kebijakan pemerintah diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah, yang saya sikit adalah kebijakan-kebijakan yang membela seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum buruh.”

Penguatan Kebijakan dan Penghormatan Sejarah

Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti langkah konkret pemerintah dalam menghormati perjuangan buruh. Salah satunya melalui pengakuan terhadap Marsinah sebagai pahlawan nasional.

“Saudara-saudara, kita telah mengangkat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional.”

Ia juga mengungkapkan rencana peresmian museum khusus untuk mengenang perjuangan buruh.

“Dan ulang ini juga saya akan berangkat ke Desa Gulundo, Nancuk, Jawa Timur untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh yang diberi nama Museum Marsinah.”

Selain itu, pemerintah mencatat capaian penting dengan pengesahan regulasi baru.

“Saudara-saudara, hari ini saya bisa melaporkan kepada saudara-saudara bahwa kita telah mensahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.”

Ia menekankan bahwa regulasi tersebut lahir dari perjuangan panjang selama puluhan tahun.

“Kalau tidak salah, ini adalah perjuangan lama, perjuangan 22 tahun, bahkan selama Republik berdiri belum pernah ada undang-undang perlindungan pembantu rumah tangga.”

Apresiasi dan Realitas Pekerja

Presiden juga menyampaikan penghormatan mendalam kepada para pekerja yang mengandalkan tenaga fisik dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya tersaruh, saya diundang di tengah-tengah saudara, karena saya menyadari, saya merasakan dan saya menghormati perjuangan saudara-saudara.”

Menurutnya, pekerja merupakan sosok mulia yang berjuang demi keluarga.

“Seorang yang bekerja dengan badannya dan keringatnya, dengan tangannya, adalah seorang yang mulia, seorang pekerja dengan halal, seorang pejuang untuk anaknya, untuk istrinya.”

Namun demikian, ia juga mengakui bahwa realitas kehidupan pekerja masih penuh tantangan.

“Setiap hari, seorang yang bekerja dengan jujur, pengalaman saya, para pekerja, para petani, para nelayan, justru hidupnya susah.”

Di sisi lain, ia mengkritik kondisi moral sebagian pihak yang dinilai menyimpang.

“Yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkat, banyak yang semakin enggak jelas. Saya heran semakin pintar, banyak yang pintar. Pintar maling.”

Harapan untuk Masa Depan

Secara keseluruhan, pidato Presiden dalam momentum May Day 2026 menegaskan arah kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja. Selain memperkuat perlindungan hukum, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.

Dengan demikian, momentum ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi antara pemerintah dan buruh. Pada akhirnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Channel YouTube Sekretarait Presiden).

Jumlah Pengunjung 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya